Tlp SekarangWA Sekarang
Tips Mudah Mendeteksi Kerusakan ECU Mobil

Kerusakan ECU Via www.modifikasiterbaru.top

Engine Control Unit (ECU) atau yang biasa kita sebut ECM (Engine Control Module) merupakan komputer mobil yang berperan mengatur dan mengontrol kinerja mesin mobil menggunakan berbagai jenis sensor. ECU dapat ditemukan pada mobil injeksi atau EFI.

ECU berfungsi mengatur campuran bahan bakar dan udara pada ruang bakar sesuai kebutuhan dalam proses pembakaran. Namun , ECU juga bisa mengalami kerusakan. Kerusakan ECU dapat disebabkan oleh bermacam-macam faktor.

Misalnya, umur kendaraan yang sudah lama, daya tempuh yang sudah terlalu jauh, serta masih banyak lagi faktor-faktor yang mendasari kerusakan ECU mobil. Untuk mengetahui info selengkapnya, berikut ini akan membahas mengenai tips mudah mendeteksi kerusakan ECU mobil.

Langsung saja simak berikut ini :

  • Gejala kerusakan ECU

Gejala kerusakan yang terjadi pada ECU mobil sangat mempengaruhi sistem kerja mesin pada mobil sehingga jika anda menemukan tanda-tanda yang ada di bawah ini, kemungkinan ECU anda bermasalah.

  • Mobil susah hidup
  • Mobil menjadi boros bahan bakar
  • Mesin tersendat-sendat
  • Tenaga mesin mobil berkurang
  • Lampu check engine menyala terus atau mati total

Itulah gejala kerusakan ECU yang dapat berdampak banyak terhadap mobil anda. Untuk mendapat diagnosa yang lebih akurat, Anda dapat membawa ke bengkel mobil yang telah berpengalaman pada mobil injeksi (EFI).

  • Komponen Utama ECU

ECU memiliki beberapa komponen utama, diantaranya yaitu :

  1. Input Sirkuit

Input sirkuit berisikan perbaikan yang harus dilakukan agar bisa diproses komputer. Koreksi ini adalah hasil modifikasi tegangan dengan mengkonversi gelombang sinus menjadi rectangular untuk menghilangkan adanya gangguan dan lain sebagainya.

  1. A/D Converter

Dibutuhkan perubahan signal analog menjadi signal digital melalui sistem A/D converter sebelum diproses komputer karena beberapa signal masih berada dalam bentuk analog.

  1. Komputer / Mikrokomputer

Signal yang masuk dari berbagai sensor akan dilanjutkan dengan proses perhitungan oleh komputer sehingga dapat menentukan signal keluar. Bagian ini merupakan inti dalam engine control system.

  1. CPU (Central Prosessing Unit)

Berfungsi untuk menghitung data yang masuk dan menyimpannya sesuai dengan program dalam ROM sehingga menghasilkan signal sebagai outputnya. Kemudian CPU dihubungkan secara langsung antara input dan output dan penyimpanan.

  1. ROM (Read Only Memory)

merupakan penyimpanan program dan data pada proses perhitungan. Ketika power dalam keadaan “OFF” isi program akan tetap tersimpan, namun isi program tidak dapat ditulis kembali. RAM (Random Accses Memory) hanya dapat menyimpan data sementara saja, apabila power di”OFF” kan, maka data ikut terhapus.

  • Sensor Pada Sistem Efi

Ada beberapa jenis sensor yang terdapat pada sistem Efi yakni :

  1. Throttle Position Sensor
Throttle position sensor terletak pada bodi throttle. Sensor ini mempunyai idle switch yang berfungsi mendeteksi kondisi idle dan power switch berperan dalam mendeteksi derajat pembukaan throttle melebihi nilai tertentu pada kendaraan bertransmisi manual.
Saklar diatur oleh komputer baik dalam posisi “ON” maupun “OFF”. Sedangkan pada transmisi otomatis potensiometernya mampu mendeteksi derajat pembukaan throttle secara linear.
  1. Sensor Tekanan
Sensor tekanan mampu mendeteksi tekanan didalam intake manifold yang terdapat pada surge tank. Sensor ini bekerja berdasarkan tekanan semikonduktor yaitu piezo-resistance, yakni sebuah elemen dengan sensifitas dan ketepatan tinggi dimana sanggup mengubah tekanan menjadi nilai tahanan melalui strain gauge tipe diafragma silikon.
  1. Sensor Temperatur Air
Sensor temperatur air pendingin berfungsi mendeteksi suhu air dingin. Sensor ini dihubungkan dengan thermistor yang mengubah suhu air pendingin menjadi nilai resistan. Nilai tahanan thermistor akan besar jika suhu pendingin rendah dan nilai tahanannya kecil apabila suhu air pendingin tinggi ataupun panas.
  1. Sensor Kecepatan Kenderaan
Sensor kecepatan kendaraan terdiri dari rotary shaped magnet rotary dengan kecepatan putar sama pada speedometer  posisi reed switch “ON atau OFF” dimana input kecepatan kendaraan akan dikirim kekomputer.
  1. Sensor Temperatur Udara Masuk
Sensor temperatur berfungsi mendeteksi suhu udara masuk yang terhisap oleh mesin dimana sensor ini terhubung dengan thermistor. Berat jenis udara tergantung dari suhunya sehingga sensor udara masuk harus bisa mengkompensasikan rasio udara dan bahan bakar sesuai signal yang dikirim sensor suhu udara masuk.
  1. Main Relay
Apabila kunci kota berada pada posisi “ON”, maka relay utama akan menyuplai listrik ke engine control. Relay ini ada pada relay box mesin.
  1. Relay Fuel Pump
Relay pompa bahan bakar fungsinya adalah menyuplai listrik ke pompa bahan bakar sesuai signal yang datang dari engine control computer. Relay ini terdapat pada relay box kompartmen mesin. 
  • Cara Mendeteksi Kerusakan ECU Mobil
Kerusakan ECU mobil bisa dideteksi berdasarkan beberapa gejala yang ditimbulkan. Pada umumnya, kerusakan ECU akan dialami ketika sudah memasuki usia sekitar 10 tahunan. Namun, masih terdapat beberapa kemungkinan ECU rusak sebelum 10 tahun. Semuanya tergantung dari beberapa faktor yang mempengaruhinya.

Kerusakan ECU bisa dideteksi secara cepat dengan beberapa cara berikut ini :

  • Mengecek indikasi lampu engine stop berwarna kuning yang ada pada speedometer. Apabila lampu kuning cepat mati maka hal tersebut menandakan ECU mobil anda sedang bermasalah.
  • Mobil tidak menyala ketika distarter
Meskipun terlihat sangat sederhana, namun 2 poin ini merupakan cara cepat mendeteksi kerusakan ECU mobil. Tetapi untuk lebih memastikannya, anda bisa membawanya ke bengkel mobil yang memiliki akreditasi bagus.
  • Tips Memperbaiki ECU Mobil

Jika mengalami kerusakan pada ECU mobil anda, berikut beberapa tips singkat memperbaiki ECU mobil :
  1. Melakukan pergantian Elko dengan ukuran yang sama dengan farad maupun voltasenya.
  2. Mengecek semua jalur PCB yang terkena cairan elektrolit
  3. Mengecek kaki-kaki komponen elektronika yang terkena cairan elektrolit.
  4. Melakukan perbaikan pada jalur Pcb yang putus.
Keempat cara tersebut merupakan salah satu alternatif untuk penyelesaian masalah ECU mobil. Anda bisa ke bengkel atau dealer terdekat untuk lebih meyakinkan bahwa ECU mobil anda rusak. Nah demikianlah informasi mengenai Tips Mudah Mendeteksi Kerusakan ECU Mobil, Semoga Bermanfaat.
Dari Berbagai Sumbur