Tlp SekarangWA Sekarang

Beberapa Hal bisa mempengaruhi kerja PCM/ECU (Powertrain Control Module = Komputer Sistem Injeksi bahan bakar) Saat Kondisi MAP Sensor buruk.

Map sensor via bosc

Manipold Absolute Pressure ( MAP ), sensor yang digunakan untuk mengetahui kondisi kevacuuman intake manipold. Sensor ini akan mengeluarkan pulsa tegangan besar jika kevacuuman intake manipold berkurang ( pedal gas diinjak ) atau sebaliknya

Berikut cara mudah memeriksa kerusakan MAP Sensor dengan multimeter

Ciri Ciri Kerusakan Pada MAP Sensor

  1. Lampu “Check Engine” menyala pada dashboard
  2. DTC P0107 : MAP Sensor Circuit tegangan rendah
  3. DTC P0108 : MAP Sensor Circuit Tegangan Tinggi
  4. Idle Kasar
  5. Bau asap knalpot tak sedap (seperti bau telur busuk)
  6. Gagal dalam uji emisi
  7. Akselerasi buruk
  8. Mesin tidak ada tenaga
  9. Mesin sulit dihidupkan, bisa hidup tapi harus distart lama
  10. Mesin bergelombang
  11. Bahan bakar boros
  12. Terjadi detonasi/Ledakan pada mesin

Prinsip Kerja MAP Sensor

Sensor yang memberikan informasi beban mesin untuk PCM/ECU ( Komputer ) adalah MAP Sensor. Dengan mengukur jumlah vakum mesin yang tersedia selama beroperasi. Jumlah tekanan vakum bervariasi tergantung pada beban mesin. Beserta spesifikasinya :

  1. Saat idle, Vakum manifold lebih tinggi
  • Ketika vakum manifold lebih tinggi, MAP Sensor mengirimkan tegangan lebih tinggi
  • PCM/ECU menggunakan data input dari MAP Sensor dan Sensor-sensor lainnya untuk mengkalkulasikan data dan mengirim jumlah bahan bakar lebih sedikit untuk disemprotkan ke masing-masing silinder
  1. Dengan Beban, (Saat percepatan mesin/akselerasi), vakum manifold lebih rendah
  • Ketika vakum manifold lebih rendah, MAP Sensor mengirimkan tegangan ke PCM/ECU ( Komputer ) lebih rendah
  • PCM/ECU menggunakan data input dari MAP Sensor dan Sensor-sensor lainnya untuk mengkalkulasikan data untuk mengirimkan jumlah bahan bakar lebih banyak untuk disemprotkan ke masing-masing silinder

Deskripsi Sirkuit dari MAP Sensor

  1. Kabel penyuplai 5V DC (Bagian Atas)
  • Kabel ini adalah sumber daya MAP sensor
  • 5 Volt akan tersuplai saat kunci kontak posisi “ON” mesin mati atau saat kunci konta “ON” mesin hidup
  • PCM /ECU (komputer) akan mengirimkan 5 Volt ke MAP Sensor
  1. Kabel Ground/Massa (Bagian Tengah)
  • Dikalangan tehnik, sirkuit ini dikenal sebagai rangkaian referensi rendah
  • PCM/ECU menyediakan ground/massa secara internal
  1. Kabel Sinyal MAP Sensor (Bagian Bawah)
  • Kabel ini mengirimkan sinyal sensor MAP yang dihasilkan ke komputer (PCM/ECU)

MAP Sensor terdiri dari 2 ruangan yang dipisahkan oleh suatu diagfrahma fleksibel. Ruagan tersebut adalalh referensi udara (yang dapat disegel atau dibuang ke udara luar), dan yang satunya adalah ruangan vaccum yang terhubung ke intake manifold pada mesin dengan selang karet atau terkoneksi langsung. MAP sensor dapat dipasang di spatbor, atau diintake manifold.

Sebuah rangkaian elektronik yang teakanannya sensitif memantau pergerakan diagfrahma dan menghasilkan sinyal tegangan yang sebanding edngan perubahan tekanan. Ini menghasilkan sinyal tegangan analog yang biasanya berkisar dari 1 sampai 5 Volt.

MAP sensor memiliki konektor 3 kawat : Ground/massa, Sinyal, dan + ECU (Kabel daya). Tegangan Output biasanya meningkat saat throttle dibuka dan tetes vakum. Sebuah sensor MAP yang membaca 1 atau 2 volt pada idle dapat membaca 4,5 volt sampai 5 volt pada throttle terbuka lebar. Perubahan output sekitar 0,7 – 1,0 volt untuk setiap 5 inchi Hg perubahan dalam vakum

Pemeriksaan MAP Sensor :

Pertama, pastikan mesin vakum manifold mesin sesuai spesifikasi saat mesin idle. Jika vakum sangat rendah karena kebocoran vakum, waktu pengapian mundur, konventer tersumbat, atau kebocoran EGR (katup EGR tidak menutup saat idle). Sebuah vakum membaca asupan rendah atau back pressure yang berlebihan dalam sistem pembuangan,terdapat malfungsi pada MAP sensor dan menunjukan ada beban pada mesin. Hal ini dapat menyebabkan kondisi bahan bakar kaya, sebuah pembatasan dalam asupan udara (seperti yang terpasang pada filter udara), disisi lain, dapat menghasilkan lebih tinggi dari pembacaan vakum normal. Hal ini akan menghasilkan indikasi beban rendah dari sensor MAP.

Sebuah Sensor MAP yang baik harus membaca tekanan udara beromatrik ketika kunci dihidupkan sebelum mesin di”Start”. Nilai ini dapat dibaca pada alat scan dan harus dibandingkan dengan tekanan baromatrik yang sebenarnya membaca untuk melihat apakah mereka cocok. Periksa selang vakum sensor untuk memeriksa kebocoran. Kemudian menggunakan pompa vakum genggam untuk memeriksa kebocoran sensor itu sendiri. Sensor harus terus vakum, kebocoran adalah pertanda sensor minta diganti dengan yang baru. Kerusakan langsung dari MAP Sensor, hilangnya sinyal sensor karena masalah kabel atau snyal sensor yang berada diluar rentang tegangan atau frekuensi yang normal, biasanya ini akan menetapkan kode diagnostik kerusakan (DTC) dan menghidupkan lampu “Check Engine”

Sekian info yang saya berikan, semoga dapat bermanfaat bagi anda dan semoga dapat menambah wawasan bagi yang belum mengetahui nya