Tlp SekarangWA Sekarang
Cara Mudah Mendapatkan Velg Bekas Yang Masih Layak Di Pakai Dan Berkualitas

Pilih Bekas melalui otomotiffe.wordpress.com

Banyak orang yang memilih membeli velg bekas karena harganya yang murah meskipun velg tersebut asli. Perlu anda ketahui sebelum membeli velg bekas harus tahu dulu mengenai velg yang masih layak di pakai, tidak masalah sebenarnya kalau anda sudah paham apa yang akan anda beli.

Yang jadi masalah kalau anda langsung membeli velg bekas tersebut padahal anda belum melakukan pengecekan. Nah, selanjutnya untuk menghindari kerugian di kemudian hari, di bawah ini ada beberapa cara untuk mendapatkan velg bekas yang masih layak di pakai dan berkualitas.

1. Pilih penjual terpercaya

Bagi anda yang masih awam terhadap hal seperti ini, ada baiknya lebih waspada dalam melakukan transaksi terhadap toko, apalagi orang, yang belum memiliki tinjauanatau bahkan jelek. Usahakan membeli dari toko yang memang sudah dikenal banyak orang dan memiliki reputasi yang bagus.

Setelah sudah mendapatkan penjual yang terpercaya, aktiflah bertanya tentang hal-hal yang terkait kondisi velg tersebut. Ada baiknya anda memasang perasaan ragu dari awal, lebih baik lagi kalau kamu membawa temanmu yang mengerti tentang otomotif.

2. Pastikan kondisi velg masih layak di pakai

Yang masih layak di pakai artinya kondisinya masih mulus, tidak ada penyok, permukaan masih halus dan presisi. Hindari membeli velg mobil bekas yang memiliki benjolan, peyang, atau pecah, di bagian bibirnya. Lepas dulu bannya kalau masih terpasang supaya kamu bisa memeriksanya dengan lebih jeli. Caranya, taruh saja velg di atas lantai.

Kalau ada bagian yang bergelombang atau pernah diperbaiki, nanti akan terlihat celah di antara kaca dengan velg. Kalau kondisi fisiknya saja sudah penyok atau permukaannya sudah tidak rata, lebih baik cari yang lain saja karena hal itu malah akan menimbulkan gangguan untuk kendaraan.

3. Perhatikan lubang velg

Tidak jarang lubang baut berubah akibat modifikasi ubahan PCD. Misalkan velg yang sebenarnya berlubang baut 4 dengan PCD 100 dirubah menjadi PCD 114. Proses perubahan PCD biasanya dengan cara membor lubang baru dan lubang yang lama dicor dan dicat ulang. Hal itu tentu saja bisa berdampak membuat velg menjadi tidak lurus lagi.

Belum lagi kalau material cornya berbeda dengan material pembentuk velg, kemungkinan kedua materialnya tidak cocok dengan kuat lumayan besar, jadinya berbahaya. Disarankan untuk menghindari membeli velg bekas yang sudah mengalami modifikasi PCD.

4. Cek ke Bengkel Ban 

Coba bawa velgnya ke bengkel ban untuk di-balancing. Dari situ akan kelihatan kalau velgnya masih recommended atau tidak untuk dibeli. Karena nanti akan terlihat apakah velgnya tidak butuh banyak timah atau perlu banyak ditempel timah.

5. Teliti Warna Cat 

Cat juga tidak kalah pentingnya. Kalau bisa, pilih velg yang catnya masih asli. Kalaupun velg sudah dicat, pastikan warnanya merata. Velg yang sudah pernah dicat ulang atau belum bisa dilihat melalui cetakan merk yang ada pada velg.

Sebetulnya tidak ada masalah dengan velg yang sudah dicat ulang. Yang jadi masalah kalau velg tersebut dicat ulang untuk menutupi kerusakan atau cacat, itu yang bikin bahaya.

6. Cari Garis Bekas Bubutan

Hindari juga membeli velg yang memiliki garis-garis bekas bubutan. Garis-garis itu adalah tanda kalau velgnya pernah bengkok. Karena velg bengkok biasa dengan dibubut.

Setiap proses bubutan pasti meninggalkan garis semacam itu. Lihat juga bagian offset-nya. Offset yang pernah dibubut, ukurannya pasti tidak sesuai lagi dengan aslinya.

Di kutip dari berbagai sumber.