Tlp SekarangWA Sekarang

Ban pada kendaraan telah menjadi salah satu faktor yang sangat menentukan keselamatan dan kenyamanan saat berkendara.

Tekanan angin pada ban

Tekanan angin pada ban via kaskus

Salah satu kondisi yang belum diketahui banyak orang adalah tekanan pada ban ideal motor. Mereka mengetahui ciri-ciri ban yang kekurangan angin, akan tetapi masih banyak yang belum mengerti tekanan angin ban yang pas atau ideal.

Itu karena besar kecilnya tekanan angin bisa mempengaruhi kekerasan ban. Dengan hal ini maka sangat mempengaruhi stabilitas dan kenyamanan saat berkendara.

Karena jika ban terlalu kempes, bisa menyebakan ban akan menjadi berat karena tapaknya melebar. Sehingga sepeda motor akan lebih lambat serta ban menjadi gampang bocor.

Dan sebaliknya jika ban terlalu keras, maka permukaan ban akan menjadi keras. Sehingga pada saat melintas di jalan tidak rata menjadi sangat tidak nyaman karena daya serap dari ban berkurang. lalu berapakah tekanan angin yang

Tekanan Angin Ban Yang Pas Pada Sepeda Motor

Tekanan pada ban

Tekanan pada ban via autogaya.com

Untuk tekanan angin ban untuk motor sport, bebek  dan motor matic itu berbeda beda. Dan perbedaan ini, tentu saja menyesuaikan dengan ukuran ban dan juga bobot kendaraan itu sendiri.

  1. Tekanan Ban Motor Bebek Dan Matic

Untuk tipe motor-motor matic yang mempunyai bobot ringan, maka tekanan angin pada roda depan yaitu sekitar 28 sampai 30 PSI. itu artinya, anda dapat memakai 28 PSI jika motor digunakan sendiri, dan 30 PSI pada waktu berboncengan atau saat membawa beban berat.

Sementara untuk pemakaian angin roda belakang, sekitar 34 sampai 36 PSI. Sama seperti penjelasan diatas, pakailah 34 PSI untuk single riding atau sendirian dan 36 PSI pada waktu anda membawa beban tambahan atau berat.

  1. Tekanan Ban Motor Motor Sport

Untuk tipe motor sport seperti Yamaha Vixion, Honda CB series, Kawasaki Ninja 250, Suzuki GSX series terdapat perbedaan tekanan ban. Hal ini karena ukuran ban motor jenis ini berbeda serta bobot (curb weight) sepeda motor ini juga lebih berat dibandingkan jenis motor jenis bebek atau matic.

Untuk tekanan angin roda depan yaitu sekitar 32 sampai 34 PSI, sementata itu untuk roda belakang 39 sampai 41 PSI.

Kenapa Tekanan Ban Depan Dan Belakang Berbeda?

Selain dari faktor lebar ban, ternyata terdapat alasan lain yang mengakibatkan tekanan pada ban belakang sepeda motor lebih besar.

Alasannya adalah karena roda belakang berperan untuk roda penggerak motor. Sementara untuk roda depan berperan sebagai roda pengendali motor. Itu artinya, beban yang terima pada roda belakang lebih besar jika dibandingkan dengan roda depan.

Karena ban atau roda belakang akan dibebani oleh bobot sepeda motor keseluruhan. Sehingga untuk tekanan angin ban juga perlu disesuaikan supaya nanti pada saat berjalan, ban tidak kempes. Hal ini juga lah yang menjadi alasan kenapa tapak atau ukuran ban belakang motor itu lebih lebar dibandingkan depan.

Cara Cek Tekanan Angin Ban Yang Benar

Cara untuk mengecek ban memang tidak bisa dilakukan dengan menggunakan tangan kosong. Kita membutuhkan bantuan alat yang namanya “tyre pressure gauge”. Alat ini bentuknya sama dengan dial gauge yang mempunyai ujung untuk dimasukan ke dalam niple atau pentil ban.

Anda dapat mendapatkan alat ini di toko aksesoris motor, atau bisa membelinya di online shop kepeecayaan anda.  Karena pada saat sudah banyak dijual tyre pressure gauge portable dan dengan ukuran yang beragam. Sehingga harganya pun jauh lebih murah dan juga lebih mobile.

Volume Angin dan Nitrogen

Untuk pertanyaan ini, sering sekali dilontarkan oleh pemilik motor. Karena banyakan motor produksi, memakai angin biasa untuk mengisi bannya . Tetapi, ada juga beberapa pemilik motor yang memakai nitrogen.

Memang untuk nitrogen mempunyai stabilitas yang lebih baik serta mempunyai toleransi terhadap suhu yang tinggi. Atau dengan kata lain, nitrogen lebih bisa bertahan terhadap suhu yang tinggi. Sehingga ban tidak mudah meletus (jika tidak terkena ranjau paku).

Anda bebas memakai angin biasa atau nitrogen. Jika anda akan melakukan perjalanan jauh atau touring, disarankan untuk mengisi nitrogen. Karena saat menempuh perjalanan jauh, suhu ban dapat meningkat cukup tinggi.

Sehingga supaya ban bisa awet dan tidak mengalami deformasi, selalu gunakan nitrogen.  Terlebih lagi untuk ban tubeless, untuk ban ini sangatlah cocok jika anda memakai angin nitrogen sebagai isinya. Sementara untuk tekanan angin ban sama seperti yang sudah di jelaskan diatas

Semoga informasi diatas dapat menjadi reverensi bagi kita semua dan dapat menambah wawasan bagi yang mempunyai kendaraan bermotor