Tlp SekarangWA Sekarang
Tanda-Tanda Kerusakan Pada Kiprok Sepeda Motor

Kiprok Motor via otozones.blogspot.co.id

 

Kendaraan sepeda motor butuh energi listrik untuk menyuplai kebutuhan kelistrikan seperti lampu, klakson dan kelistrikan mesin. Sehingga sepeda motor dilengkapi dengan baterai.

Namun, baterai pada motor sebenarnya hanya berfungsi untuk menyimpan listrik saja. Sementara komponen yang wajib ada pada sepeda motor adalah altenator. Komponen altenator fungsinya mengubah sebagian energi putar mesin ke energi listrik. Baru kemudian listrik itu disimpan di baterai.

Altenator menghasilkan arus sesuai dengan putaran mesin. Artinya saat RPM mesin rendah, tegangan dari altenator juga rendah. Sementara jika RPM mesin tinggi, tegangan yang dihasilkan juga tinggi. Masalah ini tentu kurang baik untuk kelistrikan.

Oleh karena itu, terdapat komponen tambahan berupa regulator atau sering disebut kiprok yang fungsinya mengatur tegangan listrik dari altenator supaya stabil walaupun  pada RPM tinggi.

Perlu anda ketahui tanda-tanda kerusakan pada kiprok sepeda motor, diantaranya yaitu :

1. Aki tekor

Tanda awal bisa anda rasakan pada saat motor belum dijalankan. Apabila altenator dan kiprok normal, maka tegangan baterai harusnya stabil di angka 12 volt walaupun baru saja digunakan.

Tapi jika kiprok motor mengalami kerusakan, katakanlah lemah suplainya maka input listrik tidak bisa menutup penggunaan kelistrikan motor. Akibatnya, listrik didalam baterai terkuras dan aki drop voltage.

Apabila masalah ini terjadi, biasanya hal yang terasa yaitu starter tidak mampu menyala dan klakson terasa serak. Sehingga saat aki itu tekor bukan berarti kondisi aki rusak, karena kondisi kiprok juga bisa mempengaruhi voltage baterai.

2. Saat motor dinyalakan, lampu dan kelistrikan body redup

Biasanya, saat kiprok lemah mesin masih bisa dihidupkan menggunakan kick starter. Karena kebutuhan kelistrikan mesin masih bisa disuplai oleh sisa tegangan baterai dan tegangan dari kiprok.

Tetapi, saat bersamaan kita menyalakan beberapa komponen elektrikal lain seperti lampu atau klakson, akan ada pengaruh berupa cahaya lampu yang redup, tapi cahaya lampu itu bisa kembali terang ketika motor di gas hingga RPM tinggi.

3. Tiba-tiba motor mogok ditengah jalan dan tidak bisa distarter

Apabila kiprok tersebut mati, tidak ada lagi komponen yang menyuplai kebutuhan kelistrikan pada motor. Efeknya, saat tegangan pada aki benar-benar ngdrop, motor akan mogok dan mati total atau tidak bisa dihidupkan sama sekali walau menggunakan kick starter.

Ini sering terjadi ketika motor sedang kita gunakan, tiba tiba tanpa sebab motor mati disertai kelistrikan seperti lampu dan speedometer yang tidak menyala sama sekali. Jika kondisinya demikian, maka mesin tidak dapat dihidupkan.

Penyebabnya, mesin perlu energi listrik untuk sistem pengapian. Sehingga tanpa listrk tidak ada api pada busi karena sistem pengapian tidak berfungsi.

4. Overcharging

Apabila masalah di atas dapat dirasakan saat kiprok motor cenderung lemah atau mati. masalah yang menyebabkan overcharging bisa berasal dari IC regulator, regulator juga bisa mengalami overcharging. Tahukah anda Apa itu overcharging ? overcharging Kondisi dimana kiprok tidak mampu mengatur besarnya arus listrik dari altenator. Sehingga saat RPM tinggi, timbul beberapa gejala seperti di bawah ini

  • Lampu yang langsung putus. Bolham lampu memiliki spesifikasi tegangan tersendiri. Umumnya, bolham lampu bekerja pada tegangan maksimal 15 Volt. Saat terdapat aliran lebih dari 15 Volt, otomatis lampu akan terputus.
  • Suara mesin kasar. Saat mesin berada di RPM idle, biasanya akan sulit dideteksi karena suplai listrik dari altenator juga masih stabil. Tapi saat mesin di gas, kondisi pengapian akan berubah karena input tegangan yang lebih besar menyebabkan percikan api busi juga semakin tidak terkontrol. Akibatnya suara mesin bisa kasar bahkan bisa terjadi ketukan sehingga knalpot nembak.Di kutip dari berbagai sumber.