Tlp SekarangWA Sekarang
Tips Perbaiki Lampu Cek Engine Yang Menyala

Lampu Cek Engine Via aksimotor.blogspot.co.id

Check engine light atau yang biasa kita sebut lampu MIL (Malfunction Indicator Lamp) berfungsi untuk memberikan peringatan pada pengemudi saat sistem OBD II mendeteksi adanya kerusakan yang berpotensi mengganggu emisi gas buang kendaraan.

Untuk  Memperbaiki Lampu Cek Engine Yang Menyala yaitu Tergantung dari sifat atau tingkat kerusakan yang terjadi, lampu check engine dapat menyala kemudian mati atau menyala terus menerus. Beberapa orang tentu akan menjadi panik saat lampu check engine tiba-tiba menyala. Anda hanya perlu mencari tahu kenapa lampu check engine tersebut bisa menyala. Berikut ini ada beberapa Tips Memperbaiki Lampu Cek Engine Yang Menyala.

Langsung saja anda simak berikut ini :

  1. Menggunakan Scantool

Untuk mengetahui penyebab lampu check engine menyala, yaitu dengan menghubungkan scantool atau code reader dengan Socket 16 pin OBD II yang berada dibawah dashboard/instrument panel untuk membaca kode kerusakan yang tersimpan di ECU.
Anda dapat membawa kendaraan anda ke toko sparepart yang mempunyai alat scan tool yang biasanya mengratiskan biaya pemeriksaan. Apabila tidak ada toko sparepart yang mempunyai alat diagnosa, maka kendaraaan anda harus dibawa ke bengkel atau dealer untuk melakukan diagnosa.
Namun hati – hati biasanya harga yang diberikan bengkel atau dealer untuk  melakukan diagnosa cukup mahal, berkisar antara Rp 300.000 sampai 1000.000, belum termasuk ongkos perbaikan dan penggantian spare part. Dengan angka yang sama anda dapat membeli code reader atau basic scantool dan dapat melakukan pemeriksaan sendiri.
  1. Membaca DTC

Saat anda menghubungkan code reader atau scantool ke socket diagnostic, scantool akan menampilkan DTC yang tersimpan pada memory ECU. Mungkin hanya terdapat satu DTC, namun bisa juga lebih dari satu, basic scantool hanya akan menampilkan angka kode kerusakan, kemudian anda perlu menerjemahkan angka tersebut dengan melihat buku referensi manual atau memeriksa secara on line melalui internet.
Scantool yang lebih baik akan menampilkan angka dengan penjelasan singkat mengenai DTC yang muncul. Catat kode DTC yang muncul berikut penjelasannya dari repair manual. Langkah apa yang harus dilakukan yaitu tergantung pada  kode DTC yang muncul.
Kode DTC sendiri tidak akan memberi tahu komponen apa yang harus diganti, namun hanya memberi petunjuk sistem atau sirkuit kompenen yang mengalami masalah tersebut, contohnya pada oksigen sensor atau mengatakan sifat kerusakan yang terjadi, contohnya engine misfire.
Untuk Diagnosa lebih lanjut dan lebih dalam sangat diperlukan untuk mengatasi masalah kerusakan tersebut, menemukan penyebab kerusakan serta menentukan komponen apa yang harus diperbaiki dan diganti. Proses diagnosa seperti ini ini terkadang membutuhkan diagram diagnosa yang panjang dan prosedur langkah demi langkah untuk memeriksa berbagai macam kemungkinan.
Untuk Informasi trouble shooting seperti ini hanya dapat ditemukan pada repair manual atau melalui situs – situs yang menyediakan informasi trouble shooting seperti situs ALL DATA. Kode kerusakan yang agak sulit untuk didiagnosa yaitu kode yang berhubungan dengan kerusakan misfire.
Sistem  OBD II dapat mendeteksi misfire yang terjadi pada masing – masing silinder atau misfire yang terjadi secara acak. Jika terdapat DTC yang menunjukkan misfire pada satu silinder ( contoh kode P0301 untuk silinder 1 ) , hal ini mengatakan bahwa silinder 1 mengalami misfire, bukan kenapa silider 1 mengalami misfire.
Beberapa Kemungkinan penyebab munculnya kode kerusakan misfire :
  • Busi yang kotor atau aus
  • Kabel busi
  • Ignition coil yang lemah pada sistem pengapian DIS
  • Injektor yang kotor atau rusak
  • Kompresi mesin bermasalah yang dapat diakibatkan kebocoran dari katup, kebocoran gasket cylinder head atau cam lobe yang aus.
Seperti anda lihat banyak sekali kemungkinan yang menyebabkan munculnya DTC tersebut, oleh karena itu dibutuhkan keahlian diagnosa untuk memastikan penyebab kerusakan dan menentukan komponen apa yang harus diganti.
Kode misfire secara acak atau random misfire ( P0300 ) lebih sulit lagi untuk di analisa karena kemungkinan penyebabnya juga lebih banyak. Random misfire biasanya dapat diartikan bahwa mesin bekerja dengan campuran yang terlalu kurus yang bisa disebabkan oleh :
  • Kebocoran saluran vacum yang sangat kecil
  • Injector yang kotor
  • Tekanan bahan bakar yang rendah
  • Ignition coil yang lemah
  • Kabel busi
  • Kompresi mesin yang rendah
Hati – hati dengan kode DTC palsu
Pada beberapa kondisi, kode DTC akan muncul yang akan menunjukkan seolah – olah telah terjadi kerusakan, namun padahal sesungguhnya bukan kerusakan. Beberapa kendaraan akan menampilkan kode DTC karena sistem OBD II nya sangat sensitif atau gangguan pada software ECU.
Sebagai contoh, kendaraan GM yang cukup tua dengan mesin 3.8 liter sering sekali menampilkan kode P1046, yang menunjukkan gangguan pada EGR valve. Mengganti EGR valve ternyata tidak mengatasi masalah ini, karena penyebanya yaitu karena Sistem OBD II yang sangat sensitif terhadap kecepatan pembukaan EGR valve saat diperintahkan membuka oleh ECU.
Perbaikan yang harus dilakukan yaitu dengan membawa kendaraan ke dealer untuk melakukan program ulang komputer mobil atau yang disebut “reflash ECU “,  yaitu dengan memberikan software baru pada ECU untuk mengatasi masalah tersebut. Proses ini biasanya membutuhkan biaya sekitar Rp 500.000 sampai Rp 2.000.000.
Pabrikan otomotif sering menerbitkan Technical Service Bulletin ( TSB ) yang memberitahukan cara mengatasi tipe masalah – masalah seperti ini. Informasi Service Bulletin dapat kita lihat pada website resmi pabrikan otomotif atau melalui situs – situs seperti All Data.
  1. mematikan lampu Check engine

Lampu check engine OBD II akan terus menyala selama kerusakan belum diperbaiki. Jika terjadi kerusakan intermittent, namun kerusakan tersebut tidak muncul lagi selama 3 trip secara berurutan, maka lampu check engine akan mati , namun kode kerusakan DTC akan tetap tersimpan pada memori ECU. Jika kerusakan tidak terjadi lagi dalam 40 – 50 trip maka DTC secara otomatis akan dihapus dari memori ECU.
Cara yang paling aman untuk menghapus kode DTC yaitu dengan menggunakan scantool atau code reader. Biasanya Kebanyakan alat  tersebut mempunyai tombol atau fungsi untuk menghapus kode DTC dengan tulisan atau keterangan seperti “ clear code ? “ atau “ Erase DTC “.
Jika anda menekan tombol atau memilih opsi tersebut maka kode DTC akan terhapus otomatis dari memori ECU, hal ini akan membuat kendaraan kembali ke titik Nol. Jika lampu check engine menyala lagi ( biasanya  kerusakan tersebut cukup parah ), anda dapat memeriksa kode DTC yang timbul, Apakah sama dengan yang sebelumnya.
Hal ini untuk mengkonfirmasi bahwa kita mempunyai masalah yang menyangkut dengan emisi yang membutuhkan diagnosa lebih lanjut dan kemungkinan memerlukan perbaikan.
Dari Berbagai Sumber