Tlp SekarangWA Sekarang
Tips Mengecek Mesin Tidak Kuat Starting

Perawatan Mobil Via viva.co.id

Tips mengecek mesin tidak dapat hidup, mengecek kecepatan putaran mesin saat distarter. Agar mesin dapat hidup maka dibutuhkan putaran mesin yang cukup pada saat starting. periksa apakah mesin dapat berputar kencang, mesin berputar namun lemah atau malah tidak dapat berputar sama sekali. Jika kecepatan putar mesin starter dianggap bagus, maka langkah selanjutnya yaitu  dengan melakukan pemeriksaan.

3 hal yang wajib anda lakukan agar mesin dapat hidup yaitu, sistem pengapian, sistem bahan bakar dan yang terakhir kondisi tekanan kompresi mesin. Namun apabila  hasil pemeriksaan menunjukkan putaran mesin yang pelan saat starting, maka fokuskan untuk  melakukan pemeriksaan sistem starting.

Sebab  sebagus apapun kondis mesin mobil namun apabila putaran starternya lemah maka dipastikan mobil anda tidak dapat menyala sebagaimana mestinya. Berikut ini saya akan memberilan beberapa Tips Mengecek Mesin Tidak Kuat Starting untuk anda.

Langsung saja anda simak berikut ini :

  • Kecepatan Putaran Starting Mesin

Mengecek kecepatan putaran mesin biasanya dilakukan berdasarkan pengalaman atau feeling, namun jika merasa ragu bisa dengan membandingkan kecepatan starting pada mobil lain yang sejenis. Kecepatan putaran starting  mesin agar dapat hidup biasanya berkisar antara 60 sampai 120 Rpm untuk mesin bensin dan 80 sampai 120 Rpm untuk mesin diesel.
  • Kondisi Aki Mobil

Apabila  aki dalam kondisi soak atau rusak maka hal itu dapat mempengaruhi kecepatan putaran starting mesin, oleh karena itu pastikan kondisi aki dalam kondisi baik, gantilah jika aki sudah dalam kondisi tak layak pakai. Namun wajib anda perhatikan kadang-kadang aki soak  bisa diakibatkan karena terlalu banyak starting saat mesin tidak dapat hidup.
Mesin tidak dapat start → Karena starting terlalu lama → aki jadi soak → Kecepatan putaran starting lemah.
Jika kondisi aki sudah bisa dipastikan dalam keadaan bagus, namun kecepatan putaran starting mesin masih lemah juga, Kemudian lanjutkan pemeriksaan sistem starting dan tahanan putar mesin.
  • Mengecek tahanan putar mesin

Apabila mesin tidak dapat berputar dengan baik saat starting, walupun kondisi aki dalam kondisi bagus ada dua kemungkinan yang menjadi penyebab  yaitu kerusakan pada system starting dan tahanan putar mesin yang terlalu besar. Pastikan anda melakukan pemeriksaan seperti berikut :
Lepaskan seluruh busi pada mesin bensin atau lepaskan glowplug pada mesin diesel, Pasang kunci ring dengan ukuran yang sesuai baut puley mesin dan putar mesin searah jarum jam untuk merasakan tahanan putaran mesin. Apakah terasa berat atau sulit untuk berputar? atau malah tidak dapat berputar sama sekali ?
Karena tidak ada nilai standar untuk tahanan putaran mesin tersebut,  cobalah untuk membandingkan hasil pengukuran dengan mesin yang normal. Jika putaran mesin terasa berat atau tidak dapat berputar sama sekali, coba lepaskan semua fan belt yang terpasang dan ulangi pemeriksaan.
Jika setelah fan belt dilepaskan putaran mesin menjadi ringan berarti ada komponen – komponen yang terhubung dengan fan belt mengalami  macet.  Jika putaran mesin tetap berat setelah fan belt dilepas artinya ada kerusakan mekanikal di dalam mesin tersebut.
Tujuan pemeriksaan tahanan putaran mesin ini untuk mengetahui  penyebab sebenarnya, kenapa putaran starting mesin lemah, apakah karena sistem starting yang bermasalah atau mesinnya sendiri yang rusak. Jika tahan putaran mesin berat karena kerusakan komponen mekanikal di dalam mesin maka motor starter tidak akan mampu memutar mesin sampai hidup walaupun kondisi aki bagus.
kemudian  lanjutkan pemeriksaan, penyebab dari putaran mesin tersebut berat. Jika tahanan putaran mesin terasa normal maka penyebab lemahnya putaran starting mesin tersebut dapat disimpulkan akibat dari kerusakan sistem starting.
  • Mengecek Kode Kerusakan Yang Mungkin Tersimpan Di Dalam ECU

Pada mobil-mobil modern yang sudah menggunakan electronic control unit, masalah yang timbul terkadang dapat  lebih kompleks lagi. Oleh karena itu jika menangani mobil seperti ini ada baiknya untuk memeriksa kode kerusakan atau DTC yang tersimpan di dalam memori ECU agar proses pemeriksaan dapat berlangsung lebih terarah dan efektif.
Dari Berbagai Sumber