Tlp SekarangWA Sekarang
Pemicu Oli Mesin Boros

Oli Mesin Boros via gooto.com

 

Oli mesin merupakan darah kehidupan bagi mesin. Jika mesin bekerja tanpa oli, walaupun hanya dalam beberapa detik dapat menyebabkan mesin akan rusak atau macet. Jika interval penggantian oli diperpanjang dari seharusnya maka ada resiko jumlah oli mesin akan berkurang secara signifikan, dan jika kita tidak memeriksa volume oli maka dikhawatirkan muncul masalah kerusakan yang besar pada mesin.

1. Pemicu Oli Mesin Boros

Banyak kerusakan mesin yang berat diakibatkan kekurangan oli mesin yang sampai mengharuskan penggantian komponen dalam mesin, padahal sebenarnya kerusakan ini dapat dicegah jika secara rutin melakukan pemeriksaan jumlah dan kualitas oli. Oli mesin wajar akan berkurang sedikit setelah mobil menempuh beberapa ribu kilo meter. Pada beberapa mobil, penyusutan oli mesin sekitar 1 liter setelah mobil menempuh jarak 5000 km dianggap masih wajar.
Jika interval penggantian oli dilakukan setiap 10.000 Km, maka penyusutan oli tersebut tidak akan menimbulkan masalah, namun jika interval penggantian olinya diperpanjang, hal ini bisa menimbulkan masalah. Mesin bisa kekurangan oli jika jumlah oli tidak diperiksa dan ditambah pada Km 15.000.
Berikut ini dua sebab utama yang menyebabkan oli mesin berkurang adalah :
  • Kebocoran Oli mesin
Seal atau gasket yang biasanya mudah bocor antara lain valve cover gasket, Timing cover, drain plug dan seal. Kebocoran oli seperti ini akan menimbulkan bau terbakar dan ruang mesin menjadi sangat kotor karena oli bertebaran. Jika oli sudah lama dipakai, zat additive pada oli yang berfungsi untuk menjaga kelenturan seal dan gasket akan hilang, akibatnya seal atau gasket akan mulai menyusut, dan berubah menjadi keras dan akhirnya bocor.
Kebocoran oli yang besar biasanya berasal dari daerah mesin yang bertekanan sepeti oil pressure switch, oil filter yang kendur, rear main seal dan gasket head.
  • Konsumsi Oli mesin
Kekurangan oli yang bukan disebabkan adanya kebocoran, bisa disebabkan oli mesin masuk keruang bakar dan ikut terbakar. Pada kendaraan model yang tua jika oli mesin ikut terbakar diruang bakar maka akan menimbulkan keluarnya asap putih dari knalpot. Namun pada mesin – mesin modern yang sudah menggunakan catalytic converter, asap putih tersebut tidak ada, karena catalytic dapat menghilangkan munculnya asap putih dengan cara menguapkan asap putih tersebut.
Sayangnya hal ini dapat menaikkan temperatur catalytic secara drastis dan akan membuat catalytic rusak. Piston dipasang kedalam silinder dilengkapi dengan ring piston. Ring piston ini berada diatas lapisan tipis oil film, untuk mencegah keausan silinder mesin. Tanpa adanya lapisan oil film ini maka mesin akan cepat sekali aus dan tenaga mesin akan berkurang karena besarnya gesekan.
Oli mesin yang kotor tidak dapat melindungi mesin seperti yang dilakukan oleh oli baru. seiring perjalanan waktu, panas dan tekanan yang diterima oleh oli akan merusak kekentalan dan kualitas oli mesin, sebelum hal ini terjadi maka oli mesin harus diganti.

 

2. Valve guide seals

Valve dipasang pada bagian atas kepala silinder untuk mencegah kebocoran ruang bakar. valve dapat bergerak naik dan turun didalam bushing valve, pada bagian atas bushing valve tempat dimana valve keluar dipasang sebuah seal untuk mencegah oli mesin masuk keruang bakar. Pada saat langkah hisap, dibagian bawah valve intake akan tercipta kevakuman. Dibagian atas valve atau dibawah Cover valve terdapat oli mesin yang berfungsi untuk melumasi camshaft dan valve.
Jika valve seal sudah aus atau mulai mengeras, maka oli mesin akan masuk melalui bushing valve menuju ruang mesin akibat hisapan piston pada langkah hisap. Oli mesin ini akan masuk keruang bakar sama seperti oli yang masuk dari ring piston. Endapan lumpur oli yang terdapat didalam mesin dapat menyumbat lubang pengembalian oli mesin ke bak oli yang terdapat pada kepala silinder sehingga akan  mengakibatkan banyak oli yang tertahan dibagian atas silinder tersebut dan akan membuat oli mesin yang masuk kedalam mesin semakin banyak.

3. Mencegah konsumsi oli yang berlebihan

Penggantian saringan udara yang tidak sesuai dan kualitasnya lebih jelek dapat meyebabkan kotoran akan masuk kedalam mesin. Partikel debu tersebut dapat menyebabkan keausan dan merusak ring piston. Saat konsumsi oli sangat boros maka satu-satunya solusi untuk memperbaiki masalah tersebut adalah dengan overhaul mesin, suatu pekerjaan mahal yang seharusnya bisa dihindari.
Masalah yang berhubungan dengan oli mesin dapat dicegah dengan menggunakan oli berkualitas sesuai dengan spesifikasi dan melakukan penggantian oli secara berkala. Penggantian oli yang terlalu lama juga dapat mengakibatkan pengerasan seal dan gasket, kekurangan oli mesin dapat merusak ring piston atau membuat ring piston macet di dalam piston. Ditambah jika didalam mesin terdapat endapan oli, hal ini akan memperparah kerusakan.

4. Berikut hal yang diperhatikan agar konsumsi oli tidak boros

  • Gunakan oli mesin yang berkualitas dan ganti secara teratur
  • Jangan mengganti / mencampur oli dengan merk yang berbeda-beda, karena additive pada masing-masing oli mungkin mempunyai sifat yang saling bertentangan.
  • Gunakan saringan oli, saringan udara dan fuel filter yang berkualitas
  • Jangan menggunakan oli mesin yang lebih kental
  • Penggantian oli yang lebih sering akan mengurangi resiko konsumsi oli mesin yang tidak wajar
  • Periksa ketinggian oli mesin secara teratur

 

Dari berbagai sumber