Tlp SekarangWA Sekarang

Rem ialah salah satu bagian penting dari kendaraan. Dalam melakukan perjalanan panjang dan melelahkan, seperti perjalanan pulang kampung menjelang Lebaran, kinerja rem harus dipastikan dalam keadaan baik untuk agar menjadi keselamatan sendiri bagi pengendara.

Mengenal Rem Pada Kendaraan

Rem Mobil via kabaroto.com

Pertama-tama, ada baiknya kita mengenal jenis-jenis rem. Kemudian kita juga harus mengenal teknologi pada sebuah mekanisme rem, serta ragam minyak rem yang ada pada saat ini.

Ada 3 jenis rem yang kita kenal yaitu:

1. Rem Cakram

Rem cakram sendiri terbagi lagi menjadi :

Rem cakram biasa, yaitu rem yang memakai disc brake yang bentuknya menyerupai piring dan cara kerjanya dengan menjepit piringan rem agar kendaraan berhenti.
Rem cakram berventilasi, sama persis dengan rem cakram biasa, namun piringannya lebih tebal seperti bertumpuk, dan ditengahnya ada rongga udara kosong di kisi-kisinya sehingga dinamakan cakram berventilasi.

2. Rem Tromol

Pada dekade 50-an, rem tromol dioperasikan melalui satu rem, dan bentuknya seperti baskom, jadi ada dua sepatu rem yang bergerak ke arah samping kiri dan kanan. Seiring berjalannya waktu, rem tromol kini berevolusi menjadi rem tromol depan belakang dengan hidrolik.

3. Rem angin

Yang sebenarnya merupakan rem tromol dengan bantuan hidrolik angin sehingga lebih dikenal menjadi rem angin. Rem ini biasanya digunakan untuk kendaraan-kendaraan berat.

Yang kedua adalah mengenai teknologi di belakang rem, antara lain:

Rem konvensional adalah sebuah sistem yang selalu berjalan berdasarkan pergerakan refleks dari si pengemudi, namun biasanya kelemahan sistem rem ini bahwa refleks manusia tidak sama dalam keadaan panik. Pengemudi menginjak pedal rem dengan kekuatan yang berlebihan sehingga menyebabkan ban terkunci dan justru yang terjadi adalah kendaraan tidak terkontrol dan kecelakaan tidak bisa dihindari.

Salah satu contohnya yaitu Perangkat ABS (Anti-lock Brake System), yaitu perangkat keselamatan yang menjadi standart harian. Bagaimana kinerja ABS sebenarnya?

Banyak terjadi kendaraan dengan ABS justru tidak bisa menghindari kejadian kecelakaan yang sebenarnya bisa kita hindari. Hal ini dikarenakan para pengemudi tidak paham dengan cara kerja ABS. Sebagai gambaran, ketika sebuah kendaraan dengan ABS melewati jalan licin dan harus berhenti mendadak, sistem ABS akan bekerja semaksimal mungkin untuk mencapai brake terbaik supaya kendaraan bisa berhenti.

ABS selalu memiliki frekuensi pengereman puluhan kali per detik untuk menghindari ban terkunci (untuk menghasilkan brake terbaik), tapi konsekuensinya pada pedal rem akan timbul bunyi yang cukup keras, dan akan ada pergerakan dari pedal tersebut yang tidak kita alami sebelumnya.

Hal ini terkadang yang membuat para pengemudi yang belum paham, justru mengangkat pedal rem ketika ABS bekerja, karena jelas seperseribu detik kita berpikiran bahwa ada sistem yang salah ataupun kerusakan pada pedal rem. Pereli Rifat Sungkar menyarankan bagi seluruh pengemudi yang menggunakan kendaraan dengan ABS pada suatu kesempatan mencoba sistem tersebut.

Untuk pemeliharaan rem supaya selalu dapat berfungsi dengan baik, sebenarnya tidaklah terlalu sulit, karena sifatnya lebih ke pemeliharaan ringan, antara lain:

1. Membersihkan piringan rem dengan tiupan kompresor agar rem bersih dari debu-debu dan kerikil-kerikil yang menempel
2. Cek kondisi sepatu rem/brake pad tiap kelipatan 10,000 km
3. Cek tingkat kerataan piringan rem setiap 25,000 km.

Selain itu hal yang perlu diketahui adalah bahwa rem kendaraan anda terkadang bisa bekerja sampai dengan suhu 800°C, terutama jika kendaraan anda dipakai lama dengan kondisi berat berlebih dan melewati banyak turunan.