Tlp SekarangWA Sekarang
Cara Cepat Mendeteksi Kerusakan Busi Mobil

Kerusakan Busi Via camargus.com

Busi merupakan komponen vital dalam sistem pengapian. Busi juga termasuk salah satu piranti yang terdapat pada mobil bensin dan berperan menghasilkan spark atau loncatan bunga api di antara elektrode busi dalam ruang terbakar sehingga campuran udara dan bahan bakar dapat terbakar. Loncatan bunga api yang dimaksud adalah energi listrik yang diperoleh dari baterai atau ACCU.

Percikan bunga api dapat timbul jika terjadi tegangan tinggi di antara elektrode busi. Ketika power dinyalakan dan alat penyuplai energi bekerja, tegangan antara elektrode busi meningkat tajam sehingga tegangan penyalaan api dapat tercapai. Namun apabila bunga api dilepaskan, maka tegangan pada elektrode busi akan menurunkan tegangan penyalaan tersebut.

Busi mempunyai  fungsi yang sangat penting dalam sistem pengapian pada mobil. Apabila busi mengalami kerusakan hal ini dapat menyebabkan mobil tersebut mogok. Kerusakan mobil bisa diketahui dengan melihat tanda-tanda kerusakan pada busi. Pada umumnya, kondisi busi yang sudah tidak baik akan mempunyai warna cokelat, hitam penuh kerak, keadaannya gosong, meleleh, dan beberapa kondisi buruk lainnya.

Oleh karena itu, kali ini kami akan memberikan informasi mengenai cara cepat mendeteksi kerusakan busi mobil.

Langsung saja simak berikut ini :

  • Busi rusak

Dapat dilihat dari beberapa kondisi fisiknya mulai dari warna hingga bentuknya. Berikut ini adalah ciri-cir busi mobil yang mengalami kerusakan :
  1. Warna busi cokelat dan usang. Ini menandakan bahwa masa pakai busi hampir habis sehingga anda harus segera menggantinya.
  2. Warna busi kemerahan atau kekuningan, hal ini menandakan adanya panas berlebihan pada mesin mobil. Anda bisa mengecek pada bagian pendingin mesin mobil seperti radiator atau komponen pendingin lainnya.
  3. Kondisi busi yang gosong dan terlihat hitam menyerupai kerak. Hal ini juga menandakan terjadi kesalahan pada setelan bahan bakar sehingga anda sebaiknya mengecek aliran bensin serta piranti kelistrikannya.
  4. Kondisi busi yang sudah meleleh. Hal ini menandakan elektroda gosong dan kemungkinan disebabkan kompresi yang bocor sehingga sebagian oli ikut terbakar pada mesin.
  5. Adanya kerak dalam jumlah banyak di kepala busi. Kemungkinan setelan bahan bakar jelek sehingga terjadi kebocoran pada sill klep dan membuat sebagian oli masuk ke dalam busi.
  6. Busi dalam keadaan basah. Keadaan basah bisa disebabkan karena adanya sisa pelumas pada elektroda dan kepala busi. Anda bisa memeriksa timing atau ritme pengapian dan memperbaiki bahan bakar yang biasa digunakan, misalnya mengganti dengan pertamax.
  7. Mobil tersendat atau mendadak mati. Jika hal ini terjadi, kemungkinan koil sudah panas sehingga yang perlu anda lakukan adalah mematikan mobil dan kompres koil memakai kain yang telah diberi sedikit air.
  • Standar penggantian busi untuk mobil dengan platina

Busi adalah komponen mobil yang tidak boleh anda anggap remeh. Meskipun bentuknya kecil, busi memiliki fungsi yang sangat penting. Apabila mobil anda mengalami mogok atau sulit dinyalakan, Karenanya, sebaiknya yang harus pertama kali anda cek adalah busi.
Busi dapat diganti berdasarkan tingkat kerusakannya dan faktor usia. Standar penggantian busi untuk mobil yang memiliki platina adalah untuk mobil baru dilakukan setiap 60 ribu mil atau kira-kira 96 ribu km sedangkan untuk mobil lama dapat dilakukan penggantian ketika sudah menempuh jarak sebanyak 15 ribu mil atau 24 ribu km.
  • Ciri Busi Harus Diganti

Adapun ciri-ciri busi yang harus diganti adalah sebagai berikut:
  1. Insulator dan elektrode berwarna cokelat kemerahan atau abu-abu terang.
  2. Elektrode dan busi tertutup dengan kerak hitam.
  3. Ujung insulator berwarna kuning kecokelatan muda dan muncul warna hijau agak basah. Hal ini berarti oli sudah tercemar bahan lain seperti air sehingga sebaiknya anda segera mengganti busi sebelum kerusakan semakin parah dan menyebabkan mobil tidak bisa jalan.
Meskipun busi dapat diganti dengan yang baru apabila mengalami kerusakan, ternyata penggantian tersebut memberi efek samping karena pemakaian bahan bakar menjadi boros akibat asupan bensin ke ruang bakar meningkat (deras) sedangkan percikan api yang dihasilkan oleh busi melemah.
  • Hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum mulai mengganti busi

  1. Pertama-tama bersihkan bagian busi menggunakan semprotan angin berkekuatan tinggi. Semprotan angin dapat berasal dari air compressor. Selanjutnya, bersihkan kerak memakai air compressor sehingga kotoran atau karbon fluida tidak jatuh ke dalam silinder pada saat proses pembersihan berlangsung.
  2. Lepaskan kawat busi dengan cara memutar tutup karet sambil ditarik. Sebaiknya kabel busi tidak langsung ditarik karena dapat merusaknya. Kemudian, lepaskan busi dari socket dengan cara memutarnya. Jangan jatuhkan apapun ke atas silinder mesin, piston, atau head karena hal ini dapat mengakibatkan kerusakan serius pada silinder atau head. ada baiknya busi baru telah tersedia sehingga dapat langsung dipasang di atas masing-masing silinder mesin.
Jangan lupa untuk tetap memperhatikan komponen vital mobil tersebut. Meskipun kecil, busi memiliki efek yang besar apabila mengalami kerusakan.
Dari Berbagai Sumber