Tlp SekarangWA Sekarang
Cara Benar Service Nosel Injektor

Perawatan Nosel Injektor Via autoexpose.org

Nosel Injektor merupakan piranti vital pada system injeksi bahan baker. Gejala mesin kasar, ngelitik sampai tenaga loyo merupakan kompresi kalau performa injector kurang maksimal. Selama belum ada kebocoran, jarumnya tidak rusak dan resistensinya masih bagus, berarti injector masih bisa dipakai. Proses servis injector bisa dibedakan menjadi dua tahapan, yaitu pengetesan dan pembersihan.

Tidak bisa asal dibersihkan saja. Sebelumnya harus melewati prosedur pengetesan untuk mengetahui kelayakan pakai. Ada empat tahap pengetesan injector yaitu, Tes leakage atau kebocoran, dilanjutkan tes spray pattern alias pola semprotan nosel. Lantas injector bakal diukur kemampuan mengalirkan bahan baker (flow test) dan terakhir akan dilakukan simulasi pemakaian. Pembersihan juga dilakukan untuk menghilangkan kotoran yang menumpuk pada nosel Untuk lebih rincinya.

Langsung saja anda simak berikut ini :

  1. Leakage Test

Tujuan dari test ini yaitu mengetahui apakah ada kebocoran (leakage) baik dari bodi injector maupun pada jarum di noselnya.”Injektor tidak boleh bocor sama sekali,” Takutnya jika terjadi kebocoran di bodi, akan bahaya bagi mesin karena bahan baker bisa menetes ke bagian luar mesin tersebut.
Hal ini bisa terjadi kebakaran, Sedangkan apabila jarum noselnya bocor, bensin akan terus mengalir meski injector tertutup. Tekanan bahan bakerpun keseluruhannya bisa mengalami ngedrop. Tes ini dilakukan dalam keadaan nosel tertutup (tidak dialiri arus listrik). Jika  tes ini lolos, atau tidak ada kebocoran yang timbul maka injector bisa dipakai.
Teteapi jika terjadi atau ada bocor sedikit saja, injector wajib diganti dengan yang baru.
  1. Spray Test

Dari tes ini dapat diketahui pola penyemprotan injector.”Pengabutan bahan bakarnya tentu harus bagus.” Ada beberapa pola yang bisa terdeteksi. Pola terbaik yaitu yang paling kiri. Artinya bensin dikabutkan sempurna. Kalau yang telihat di tengah atau paling kanan, berarti ada penyumbatan. Titik penyumbatannya bisa dilihat dari pola yang terjadi.
Bisa saja penyumbatannya di bagian pinggir, sehingga bensin hanya keluar sedikit dari bagian tengah. Setiap mobil memiliki pola semprotan yang berbeda.”Delapan puluh persen kendaraan yang punya pola standar seperti yang paling kiri. Sisanya punya pola standar seperti yang paling kanan, misalnya BMW, Dengan diketahui adanya penyumbatan tersebut, maka bisa dilakukan pembersihan.
  1. Flow Test

Kemampuan total injector akan teruji pada test ini. Maka sebaiknya anda mengetahui kapasitas standar yang diukur dalam satuan cc atau menit. Untuk itu, injector akan dibuka (diberi arus untuk membuka jarum nosel) dan dialiri bahan baker (dengan tekanan tertentu) selama 15 detik. Lantas alirannya diukur apakah sesuai dengan kapastias standarnya.
Variabel pengetesan bisa berbeda pada setiap mobil yang ada. Misalnya injector mesin 4G63 milik Mitsubishi Eterna berkapasitas 240 cc.menit. Itu artinya selama 15 detik, alat ini harus mengalirkan 60 cc bensin. Sedangkan tekanan bahan baker saat tes biasanya dipatok 5 bar, lebih tingi dengan kondisi mesin (sekitar 4-5 bar). Resistance (tahanan) injector pun diukur apakah masih sesuai dengan standar.
Dari tes tersebut, akan diketahui apakah kemampuan injector merata untuk tiap silinder atau tidak. Sebab saat pertama diukur, flownya bisa berbeda-beda. Mesin pun bisa kasar, tidak bertenaga dan gampang ngelitik. Setelah dibersihkanpun tes ini dilakukan kembali. Tujuannya untuk mengecek apakah pembersihan yang dilakukan cukup efektif.
Apakah kemampuannya kembali normal dan merata pada tiap silinder. Angka pengukuran berbeda masih bisa diterima untuk pemakaian harian, asal deviasinya tidak terlalu besar.
  1. Simulasi

Tahapan ini dilakukan untuk memantau kinerja injector pada saat dipakai. Sehingga perlu adanya simulasi kondisi mesin. Aliran bensin diukur untuk tekanan dan putaran mesin berbeda.”Meski jarang terjadi, bisa saja injector bagus pada 1.000 rpm tetapi pada 2.000 rpm jelek.
  1. Pembersihan

Injector bisa dibersihkan. Ada dua metode pembersihan, yang  pertama, yaitu dengan cara liquid cleaing. Caranya dengan menggunakan cairan khusus yang dialirkan terus menerus (injector dalam kondisi terbuka) untuk mengikis kotoran. “Jika cara itu tidak mempan, barulah memakai cara kedua,yaitu dengan ultrasonic cleaning. Caranya dengan Injektor direndam dalam wadah dengan cairan khusus juga.
Lantas peranti tersebut dialirkan listrik untuk membuka tutup secara periodic. Kemudian pada cairannya diberi gelombang getaran ultrasonic untuk mengikis endapan. Cara ini terbukti sangat ampuh untuk mengembalikan performa mesin anda. Ketimbang membeli injector baru yang harganya  jutaan rupiah jika bisa diperbaiki kenapa tidak.
Dari Berbagai Sumber