Tlp SekarangWA Sekarang
Beberapa Ciri Ciri Shock Breaker Rusak Pada Kendaraan Mobil

Shockbreaker Mobil via otobild.com

 

Shockbreaker adalah salah satu komponen penting berfungsi untuk  peredam kejut saat mobil sedang melalui jalanan yang tidak rata atau ketika mengerem supaya mobil tidak terguncang. Tanpa adanya shockbreaker pada sebuah kendaraan, tentunya mobil dapat mengalami guncangan-guncangan keras akibat dari kasarnya jalanan yang dilalui.

Ada 2 jenis shockbreaker yang sering terdapat di dalam sebuah kendaraan, yaitu yang menggunakan sistem gas (pneumatik) dan oli (hydrolic). Tipe shockbreaker gas biasanya akan kembali ke keadaan yang semula pada saat menerima tekanan atau hentakan di jalanan. Berbeda dengan tipe shockbreaker oli yang akan kembali ke asalnya dengan sangat perlahan.

Apabila kerja shockbreaker tidak optimal tentu saja mengakibatkan ketidaknyamanan di dalam perjalanan. Apalagi jika shockbreaker mobil mengalami kerusakan, tentu saja akan sangat membahayakan perjalanan anda. Untuk itu, kondisi shockbreaker yang sudah rusak perlu diganti dengan yang baru supaya tidak menganggu kenyamanan berkendara anda. Untuk memastikan bila shockbreaker mobil anda benar-benar rusak, anda bisa melihat ciri ciri shockbreaker rusak dibawah ini.

1. Guncangan Keras Saat Perjalanan

Ciri ciri shocbreaker rusak yang paling dapat anda rasakan adalah pada saat anda berkendara. Apabila anda merasakan mobil berguncang lebih keras dari pada biasanya, terutama saat melewati jalanan-jalanan rusak atau berlubang, maka sudah dapat dipastikan bila terjadi kerusakan pada suspensi shockbreaker mobil anda. Hal ini tentunya akan membuat anda merasa terganggu, oleh sebab itu segera ganti shockbreaker anda bila hal ini terjadi.

2. Oli Merembes Keluar

Ciri ciri lainnya adalah oli yang terdapat di dalam shockbreaker merembes dari tabung. Hal ini menandakan jika shockbreaker mobil anda sudah dalam kondisi yang aus. Bila anda sudah mengeluarkan oli di dalamnya, cobalah untuk melihat apakah terjadi kerusakan pada bagian seal nya.

Selain itu, hal ini juga bisa disebabkan karena getah bantalan yang ada pada shockbreaker telah rusak atau sobek. Namun jika tidak terdapat kebocoran pada oli, tapi guncangan masih tetap terasa. Bisa jadi ini diakibatkan oli yang habis sehingga anda tidak melihat terjadinya kebocoran.

3. Kondisi Fisik Shockbreaker Yang Cacat

Anda juga bisa melihat kerusakan pada shockbreaker dari kondisi fisik nya. Bila kondisi shockbreaker anda cacat dan tidak seperti bentuk biasanya, maka dapat dipastikan bila kondisi dari shockbreaker sudah tidak dapat digunakan lagi. Biasanya seringkali terjadi benturan-benturan yang dapat mengakibatkan bengkok pada tabung shockbreaker, sehingga perlu dilakukan penggantian.

Selain itu, kerusakan pada shockbreaker juga dapat dikarenakan oleh faktor-faktor lainnya seperti faktor beban, penggunaan mobil oleh pengguna, dan masih banyak lainnya.

Jangan hanya mengandalkan dari usia penggunaan shocbreaker saja, karena hal ini tidak bisa menjamin keakuratan. Oleh karena itu, perlu dilakukan pemeriksaan dengan rutin untuk mengetahui gejala-gejala jika shocbreaker anda mengalami kerusakan.

Kondisi shockbreaker yang rusak perlu dilakukan penggantian dengan yang baru. Nah berikut ini ada beberapa cara yang dapat membantu anda membeli shockbreaker baru yang tepat untuk kendaraan anda.

  • Belilah shockbreaker original, sehingga kualitasnya dapat lebih terjamin sehingga lebih awet dalam penggunaannya. Jangan membeli produk KW yang belum tentu benar sesuai dengan suku cadang asli mobil anda.
  • Pilihlah jenis shockbreaker yang memang sesuai dengan tipe mobil dan kebutuhan.

Apabila tanda-tanda yang dijelaskan sudah terjadi pada kendaraan anda, maka sebaiknya  segera ganti shockbreaker anda dengan yang baru. Untuk menghindari hal-hal lainnya yang dapat merusak kendaraan anda.

Di kutip dari berbagai sumber.