Tlp SekarangWA Sekarang
Bagian Mobil Yang Memerlukan Servis Berkala

Servis Mobil via galpinlotus.com

 

Pada setiap bagian mobil banyak terdapat bagian-bagian pendukung prosedur penggerak, keselamatan dan kenyamanan dalam mobil tersebut. Dari beberapa komponen ini harus diberikan perhatian khusus, dan perbaikan secara berkala.

Berikut ini adalah beberapa bagian pada mobil yang biasanya harus dilakukan pemeriksaan dan perbaikan secara berkala :

  1. Air Condition (AC)

Ketika pergi ke bengkel AC mobil, akan selalu diinformasikan bahwa freon habis atau tinggal diisi ulang saja. Padahal, menurut beberapa sumber, freon tidak akan habis untuk jangka waktu yang lama. bagian yang paling sering diservis adalah kompresor. Jika AC rutin diservis seperti halnya ganti oli atau servis mesin, usia kompresor akan lebih panjang sehingga tidak harus ganti komponen yang baru.
Service AC secara rutin sangat dianjurkan, seperti ganti pelumas, refigeran, dan pembersihan. Biasanya service ini dilakukan setahun sekali atau setiap 10.000 km (dalam kota) hingga 20.000 km (luar kota). Namun jika tinggal dengan tingkat polusi yang cukup tinggi, service rutin AC bisa dilakukan setiap 3.000 km. Proses service AC sendiri membutuhkan waktu sekitar satu hingga delapan jam.
Harus diperhatikan juga, jika freon cepat habis, kemungkinan ada kerusakan atau kebocoran pada sistem pendingin kendaraannya. Untuk itu harus diteliti lebih lanjut mengenai kerusakan tersebut sebelum diisi ulang freonnya. Selain kebocoran, berikut adalah penyebab AC mobil yang tidak dingin:
  • Adanya kebocoran pada selang atau pipa AC yang disebabkan karena usia atau pemakaian part yang tidak baik atau tidak original.
  • Kerusakan pada evaporator dan kondensor yang bisa dikarenakan usia atau terkena benda kotor.
  • Kerusakan pada komponen kompresor yang biasanya terdengar bunyi dari ruang mesin dimana tempat kompresor AC.
  1. Kaki-Kaki

Kaki – kaki mobil seperti ball joint, tierod, stabilizer dan booshing memiliki usia pakai dan harus diganti setiap 100.000 km atau sekitar 5 tahun. Itu jika mobil digunakan mayoritas di jalan yang halus, lancar dan menggunakannya secara wajar. Ketika komponen tersebut sudah mulai aus, maka akan muncul gejala-gejala tanda kerusakan. Seperti pada ball joint dan tierod biasanya akan mengeluarkan suara berisik. Jika kondisi tersebut didiamkan maka kerusakan akan semakin parah dan bisa mengakibatkan ban bisa copot dari tempatnya.
Ball joint, tierod dan link stabilizer bawaan mobil dilepas dan bagian yang rusaknya diganti menggunakan bahan polyurethane. Begitu juga dengan booshing-booshing. Rata – rata pengerjaan yang dilakukan menghabiskan waktu sekitar 3 jam lamanya.
  1. Spooring dan Balancing

Kondisi roda mobil yang lurus dan seimbang merupakan salah satu faktor pendukung kenyamanan dalam berkendara. Mobil yang sering melewati jalan rusak atau berlubang dapat mengakibatkan presisi ban mobil cepat berubah. Maka dari itu, melakukan perbaikan spooring dan balancing adalah jalan keluarnya untuk menuju berkendara yang nyaman.
Spooring merupakan proses pada mobil untuk kembali meluruskan kedudukan empat roda mobil seperti awal. Pokoknya, sesuai dengan pengaturan pabrikannya, biasanya roda yang akan diluruskan dan diatur lagi adalah dua roda depan agar kembali seperti semula. Secara harfiahnya, balancing adalah proses menyeimbangkan kembali. Empat roda mobil harus dipastikan putarannya seimbang. Biasanya ini akan dilakukan setelah penggantian ban atau velg.

Berikut adalah beberapa saran agar mobil tetap seimbang dan nyaman melajunya :

Melakukan spooring dan balancing secara teratur. Karena setiap produk mobil memiliki sistem dan teknologi yang berbeda-beda pada bagian suspensi. Apabila ingin merotasi ban, rotasi ban harus dilakukan secara benar dan teratur akan memberikan keausan yang merata untuk semua ban pada mobil.

Lakukan pengecekan semua kondisi ban dan velg, pengecekan bagian suspensi, hubungan pada setiap sambungan kaki-kaki, kondisi chasis serta body kendaraan sebelum melakukan perbaikan spooring dan balancing. Hindari penggunaan ban bekas, meskipun harganya murah namun resikonya tinggi terhadap keselamatan.

Apabila ban mobil bocor atau pecah saat di perjalanan, gunakan ban cadangan yang memiliki ukuran yang sama dengan ban aslinya. Jika ban cadangan yang tersedia ukurannya berbeda atau lebih kecil, gunakan ban tersebut hanya untuk keperluan darurat dan segera melakukan perbaikan di bengkel terdekat.

 

 

Dari berbagai sumber