Tlp SekarangWA Sekarang

 

Apakah Engine brake dapat merusak mesin

                   Apakah Engine brake dapat merusak mesin via learning.d3.umy.ac.id

Apakah mesin engine Brake Ialah cara untuk menturunkan kecepatan kendaraan tanpa menggunakan instrumen inkubasi konvensional. Umumnya, engine brake pada mobil manual dapat dilakukan dengan cara menurunkan gigi ke angka yang lebih rendah. Sedangkan pada mobil pengiriman otomatis / matic, engine brake dapat dilakukan dengan mepindah transmisi D ke angka 2 atau lebih kecil.

Engine brake seringkali digunakan saat melewati turunan curam yang panjang buat menghindari mobil melancar terlalu kencang atau juga agar rem mobil tak cepat panas pada mobil keluaran lawas. Beberapa pengemudi juga melakukan engine brake saat sudah mengetahui titik dimana ia akan berhenti, seperti memasuki area perempatan atau lampu merah.

Cara Engine Brake Agar Mesin Tidak Rusak

Keadaan paling penting yang harus diperhatikan agar mesin tak cepat rusak dikarenakan penggunaan engine brake Ialah memperhatikan putaran mesin atau takometer RPM. Selanjutnya, turunkan transmisi secara bertahap dan tidak menginjak pedal gas. Mobil tentu akan terasa sedikit terkejut dan mengalami perlambatan secara mendadak. Namun mesin akan menerima kondisi tersebut jika dilakukan pada putaran mesin yang tidak terlalu tinggi.

Tips mengemudi selanjutnya buat melakukan engine brake, lakukan tahap menurunkan transmisi secara bertahap. Jika sedang berada di gigi 5, maka untuk engine brake turunkan ke posisi 4, selanjutnya ke 3 dan seterusnya. Namun tentu saja tetap memperhatikan poin di atas. Setiap menurunkan transmisi, RPM akan sedikit naik, lalu kembali turun perlahan. Jika sudah RPM sudah mulai menurun, lanjutnya menurunkan transmisi ke posisi yang lebih rendah.

Menurunkan posisi gigi dengan tidak berurutan saat melakukan engine brake, misalkan dari gigi 4 langsung ke gigi 2, akan membebani komponen mesin secara berlebihan. Mesin akan mengalami putaran mesin yang terlalu tinggi saat gigi diturunkan mendadak terlalu jauh, sehingga komponen mesin seperti kopling, camshaft dan timing chain serta timing belt akan mendadak mendapatkan kerja yang ekstra keras. Efeknya, mesin bisa saja langsung rusak.

Membersihkan AC mobil sendiri 

Sebenarnya susah-susah gampang untuk dilakukan. faktor ini dikarenakan tak semua komponen dari rangkaian AC mobil dapat dibongkar dan dibersihkan oleh anda yang awam terhadap bagian-bagian AC mobil. Namun bila tak dibersihkan dengan benar, sirkulasi udara pada AC akan menjadi cepat kotor. Akibatnya, AC mobil berbau, performal mendinginkan kabin juga dapat menurun. Salah satu komponen utama dari AC mobil ialah evaporator. Komponen ini mempunyai bentuk kotak dan berfungsi menurunkan suhu udara yang melaluinya agar suhu tetap dingin.

Evaporator mempunyai bentuk ruang yang berliku, sehingga bila terjadi pengendapan kotoran maka proses pendingian udara juga tak akan maksimal. Indikasinya adalah AC yang berbau atau apek hingga hembusan blower terasa semakin melemah. Biasanya, AC memiliki satu lubang buat  menghisap udara yang akan masuk ke jalur sirkulasi AC. Dan umumnya, lubang udara tersebut akan terletak di bawah dashboard mobil dan cukup rendah, hingga rentang menghisap debu atau udara kotor dari karpet mobil. Meski beberapa AC mobil didesain buat meletakkan filter udara, namun kotoran yang terhisap masuk ke sirkulasi udara AC mobil kadang tak terhindarkan. keadaan ini yang kemudian membuat evaporator menimbun kotoran.

Karena alasan tersebut, maka sangat penting untuk menjaga kebersihan udara kabin dan karpet mobil anda. Perawatan terhadap AC juga harus rutin dilakukan agar penyumbatan udara tidak sampai merusak komponen yang mengakibatkan harus dilakukan penggantian. Namun jika anda tidak dapat melakukan perawatan AC mobil di bengkel, anda dapat mencoba melakukannya sendiri dengan menggunakan cairan pembersih evaporator AC mobil aftermarket yang banyak dijual di pasaran.

 Buka Filter AC Mobil Anda

Untuk langkah awal, matikan mobil anda terlebih dahulu. Kemudian cari lokasi lubang hisap udara AC dan letak filter udaranya. Jika AC mobil adalah bawaan pabrik, maka anda dapat mencarinya di buku manual mobil anda. Biasanya, filter AC mobil ini terletak di sekitar atau di belakang glove box. Perhatikan langkah membuka filter yang ada di manual book agar tak mengganggu keberadaan komponen AC lainnya. Setelah dilepas, perhatikan apakah filter masih bersih atau sudah kotor dan harus diganti.

Selanjutnya, kocok kaleng spray cairan pembersih evaporator yang sudah anda siapkan terlebih dahulu. Lalu sisipkan selang sprayer agar dapat mendekati blower AC. Tujuannya adalah agar foam yang akan disemprotkan nantinya terarah dengan benar ke bagian blower.

Nyalakan dan Setting AC Mobil

Bila anda sudah dapat memposisikan spray hingga siap untuk menyemprot ke blower, maka nyalakan mesin mobil anda. Kemudian nyalakan AC dan setting dengan suhu paling dingin serta udara atau tiupan blower paling kencang. Jika mobil anda double blower, nyalakan juga dengan setting yang sama. Jangan lupa untuk membuka semua kisi-kisi atau ventilasi AC serta jendela mobil anda.

Semprotkan Cairan Pembersih Evaporator

Setelah semua siap dan pastikan selang semprotan sprayer sudah tepat menghadap ke blower, maka semprotkan cairan pembersih hingga habis. Cairan pembersih evaporator ini akan berbentuk foam saat digunakan. Jika saat menyemprotkan cairan ini keluar air dari ventilator AC mobil anda, maka biarkan saja. Setelah foam cairan pembersih disemprotkan hingga habis, maka biarkan saja AC dan mobil menyala sekitar 10 hingga 15 menit. Sementara itu, anda dapat membersihkan air yang keluar dari ventilator tersebut.

Jika AC anda dalam kondisi normal, hanya kotor saja dan tidak ada kerusakan, maka AC akan terasa lebih dingin setelah evaporator dibersihkan dengan cara ini. Kotoran-kotoran yang menyumbat akan keluar bersama tetesan air yang terbuang dari pipa AC di bawah mobil anda.