Tlp SekarangWA Sekarang
Modifikasi motor

Modifikasi motor via modifikasi.co.id

Memiliki motor saat ini merupakan aktifitas yang menyenangkan, beberapa anak muda biasanya memodifikasi ban motornya yakni dengan mengganti ban aftermarket yang secara dimensi lebih kecil.

Ban dengan lebar tapak yang kecil atau biasa disebut ban drag atau ban racing memang menjadi pilihan utama saat pertandingan Drag atau jalanan sepi. Pasalnya luas permukaan ban (tapak ban) jika lebih kecil maka laju motor akan lebih cepat dari ban standarnya. Berikut keungtunga memakai ban cacing/ ban drag/ ban kecil:

  1. Ban motor yang kecil akan meningkatkan laju yakni dengan mengurangi gesekan permukaan ban dengan aspal (jauh lebih ringan)
  2. Ban kecil sekarang lagi ngetrend

Resiko Memakai Ban Yang Lebih Kecil Dari Biasanya

Meskipun ban racing/ ban drag/ ban yang kecil motor menjadi lebih ringan karena minimnya hambatan gesekan dengan aspal, akan tetapi ban kecil pada motor ini juga memiliki resiko yang sangat besar antara lain:

  1. Ban jenis seperti ini untuk daya beban nya mungkin masih kecil. Motor dengan ban drag ini relatif lebih mudah jatuh dibandingkan motor ban standar
  2. Meskipin terlihat bagus dipandang, ban jenis ini hampir tidak memiliki suspensi, sesungguhnya untuk ban sendiri diharuskan memiliki suspensi untuk kenyamanan berkendara
  3. Kurangnya daya rekat ban kepada aspal, ketika kita ngerem mendadak maka kita akan terpeleset jatuh

 

Peraturan Memodifikasi Kendaraan

Polri kembali menegaskan bahwa aturan mengenai modifikasi adalah untuk menertibkan, sesuai dengan kebijakan yang sudah diatur dalam undang-undang, dalam hal ini UU No 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

“Kalau mau memodifikasi, berubah dari wujud motor aslinya, ya silahkan ganti STNK. Disesuaikan dengan modifikasi yang baru. Motor ataupun mobil yang sudah termodifikasi tadi sudah harus mendapatkan surat izin uji tipe dari dinas perhubungan,“ ujarnya.

Menurut aturan yang berlaku, modifikasi adalah perubahan tipe berupa dimensi, mesin, dan kemampuan daya angkut, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 52 ayat (1) UU No. 22 Tahun 2009 juncto Pasal 123 ayat (1) huruf b juncto Pasal 131 huruf (e) PP No 55/2012.

Belakangan, publik dibuat ramai oleh kabar mengenai pelarangan modifikasi kendaraan bermotor. Bagi mereka yang melanggar aturan tersebut, menurut Pasal 175 ayat 2 huruf a UU, akan diberikan peringatan sebanyak tiga kali dengan jangka waktu masing-masing 30 hari kalender. Setelah peringatan tidak digubris, pelanggar dikenai sanksi administratif berupa denda paling banyak Rp 24.000.000.