Tlp SekarangWA Sekarang
Tips Mengatur Utang Supaya Tidak Jadi Utang Buruk

Tips Mengatur Utang via okezone.com

Sebagian orang masih beranggapan memiliki utang adalah pilihan yang salah dan harus dihindari. Lebih baik membeli segala sesuatunya secara tunai dari pada harus berutang,atau menunda beli apapun yang diperlukan bila tidak punya uang.

Pemikiran seperti itu merupakan pendapat bagi sebagian orang,terpenting mereka yang hidup dengan bentuk sederhana alias pasrah dan dengan penghasilan dan pengeluaran yang teratur alias itu-itu saja setiap bulannya.

Tidak ada yang salah memang dengan pemikiran itu,mengingat utang bisa menjadi beban yang cukup berat bagi keuangan,terutama bila tidak dapat mengatur dengan baik. Tidak sedikit,karena utang,dua pihak berbeda bahkan berakhir di meja hijau. Bahkan utang juga sering kali berakhir dengan kejadian penyitaan harta secara paksa oleh pihak yang memenangkan perkara.

Semua itu,tentu akan terasa sangat menyakitkan,bukan? Oleh sebab itulah banyak orang yang merasa anti terhadap segala hal berbau utang,sehingga banyak orang yang berhati-hati dan selektif membelanjakan uang dan menghindari utang.

Pentingnya Utang

Juga demikian,pemikiran tidak perlunya ada utang juga bukanlah sepenuhnya pemikiran yang benar. Sebab tidak jarang utang sangat dibutuhkan untuk memulai dan membangun usaha atau bisnis,maupun meraih peluang yang lebih baik dalam hidup.

Nah,dalam keadaan yang seperti itu,maka utang merupakan salah satu yang bisa dimanfaatkan untuk mewujudkannya. Sebab bicara soal bisnis,ada banyak kendala yang selalu menjadi bagian penyebabnya,salah satunya adalah modal.

Meski tidak selalu menjadi bagian utama dalam sebuah bisnis,namun kenyataan menunjukkan bahwa hampir tidak mungkin membangun usaha tanpa modal. Kendala modal bisa diatasi dengan cara mengajukan pinjaman,misalnya ke bank,yang diperuntukkan untuk hal produktif. Untuk itu,bisa dikatakan bahwa utang menjadi pikiran masalah keuangan usaha itu.

Nah,produktif tidaknya utang yang diambil itu,tergantung dari bagaimana cara mengatur dan memanfaatkannya. Meskipun sebagian orang berpendapat utang adalah hal buruk,namun di sisi lain ada banyak bisnis yang sukses dan mampu bertahan karena menggunakan sejumlah dana dari utang sebagai modal awal.

Lalu,Bagaimana Cara Mengelola Utang?

Jika kita mengalokasikan utang dengan tepat dan bisa mengaturnya dengan baik,maka utang menjadi sebuah hal yang bermanfaat. Bagaimana cara mengatur utang? Simak contoh kasus berikut ini sebagai gambarannya:

Misal,anda adalah seorang manajer dengan gaji bersih sebesar Rp12 juta per bulan. Anda juga memiliki seorang putra yang akan masuk sekolah,dan tentunya ini membutuhkan sejumlah biaya. Lalu anda punya cicilan KPR sebesar Rp3 juta per bulan,sedangkan istri anda tidak bekerja.

Berdasarkan ahli keuangan,jumlah persentase utang/pengeluaran maksimal seseorang adalah 40% dari total pengeluaran. Dengan demikian,kemampuan anda untuk memiliki utang adalah:

40% x Rp12 juta = Rp4,8 juta

Pengeluaran anda dan keluarga perbulannya di luar cicilan KPR adalah sekitar Rp1,5 juta. Dengan demikian,anda memiliki total pengeluaran Rp3 juta + Rp1,5 juta = Rp4,5 juta.

Angka ini masih dalam batas yang aman karena tidak melewati batas persentase utang. Namun di saat anak anda mulai bersekolah,maka akan ada sejumlah pengeluaran tambahan yang perlu anda pikirkan.

Jika biaya anak sekolah anda sudah terpenuhi dari tabungan pendidikan yang sudah disiapkan sebelumnya,tapi anda tetap harus menyediakan untuk biaya lainnya yang diperlukan,seperti untuk transportasi,uang jajan,dan sebagainya.

Nah,setelah dihitung-hitung,uang jajan anak ini bisa disiasati dengan cara membawakan bekal setiap harinya,namun biaya transportasi bisa jadi cukup besar,katakan sebesar Rp500 ribu per bulannya.

Tapi kenyataannya,anda harus bekerja sedangkan istri anda tidak bisa melakukan antar-jemput sekolah anak karena tidak memiliki kendaraan,katakanlah sepeda motor. Jika naik angkutan,maka ongkosnya akan jauh lebih besar dari angka itu.

Maka,salah satu solusinya adalah membeli sepeda motor secara kredit,supaya istri anda bisa antar-jemput anak sekolah.

Jadi,rincian keuangan anda adalah:

  • Utang cicilan KPR sebesar Rp3 juta per bulan
  • Pengeluaran bulanan Rp1,5 juta
  • Kredit motor Rp14 juta (uang muka Rp2 juta diambil dari tabungan)
  • Maka total pinjaman dari kredit motor Rp12 juta (jangka waktu 24 bulan,sehingga cicilannya Rp500 ribu per bulan)

Maka,anda akan memiliki tambahan pengeluaran sebesar Rp500 ribu setiap bulannya,namun tambahan biaya kredit motor tersebut akan lebih bermanfaat dari pada anda harus mengeluarkan sejumlah uang yang sama untuk transportasi setiap bulannya.

Alasan Kenapa Kredit Motor Lebih Menguntungkan:

  • Setelah utang kredit kendaraan lunas 24 bulan kemudian,maka motor tersebut menjadi milik anda.
  • Selama waktu utang,motor bisa dipakai untuk keperluan lain dan tidak terbatas hanya antar jemput sekolah.
  • Setelah kredit lunas,anda tidak perlu mengeluarkan uang sebesar Rp500 ribu perbulan lagi untuk biaya transportasi anak sekolah.
  • Anda hanya membutuhkan biaya bahan bakar atau bensin,namun tentunya uang yang dikeluarkan akan jauh lebih sedikit daripada ongkos transport bila naik kendaraan umum.
  • Anak anda bisa berangkat dan pulang dengan mudah dan tidak perlu bergantung pada menunggu angkutan umum.

Mengatur Keuangan dengan Bijak

Dari kasus di atas,kita bisa menyimpulkan bahwa utang tidak selalu sama dengan sesuatu hal yang buruk dan harus dihindari. Sebab utang justru bisa membuat keuangan menjadi lebih sehat bila diatur dengan baik. Pikirkan dengan matang bagaimana anda akan menggunakan utang dan yang tidak kalah penting adalah bagaimana anda akan mengembalikan atau melunasinya.

Dari berbagai sumber..