Tlp SekarangWA Sekarang
Tips Mengatur Keuangan Pribadi

Mengatur Keuangan Pribadi via winnetnews.com

Uang bukan segalanya,tapi segalanya butuh uang. Apakah anda setuju dengan penyataan tersebut? Hampir dari kebanyakan orang berpikir segalanya butuh uang. Sebenarnya hal ini dapat diatasi dengan mudah jika kita disiplin menerapkan mengatur keuangan pribadi. Dengan mengatur keuangan pribadi yang detail dan rinci,anda harus belajar mematuhi tingkatan keuangan anda.

Jangan sampai “lebih besar paku dari pada tiang”. Tidak ada salahnya jika anda merenung sebentar dan mencermati pola hidup anda. Tipe seperti apakah anda,royal,canggih,boros,atau hemat. Jawabannya pasti anda yang dapat menyimpulkannya. Boros atau Hemat adalah kebiasaan yang sebenarnya tidak disadari. Misalnya anda membiasakan diri untuk makan di cafe setiap minggu.

Dalam 1 bulan ada 4 minggu,jika anda biasa duduk-duduk manis di cafe 3 kali dalam seminggu. Berarti anda telah menghabiskan waktu 12 kali hanya untuk menghamburkan uang.

Sering dilanda bingung setiap bulan? Gaji bulanan datang sebentar dan kemudian pergi lagi. Pernah mengalami ini? Gaji hanya muncul sebentar di saldo rekening kemudian pergi entah kemana. Kebanyakan pekerja atau usia dewasa tidak mengetahui bagaimana cara mengatur keuangan pribadi secara benar.

1.Buat catatan pemasukan dan pengeluaran

Pertama-tama siapkan buku dan alat tulis kemudian catat pemasukan dan pengeluaran setiap hari. ini bukan berarti anda pelit atau perhitungan. Anda perlu tahu siklus uang anda. Jika semua tercatat dengan baik, artinya perencanaan keuangan pribadi ini akan sangat bermanfaat. Karena besar kemungkinan anda dapat berhemat. Bagaimana hubungan mencatat dengan berhemat? Singkatnya,setiap kali kita mencatat maka kita juga akan berhitung dan berpikir penting atau tidaknya pengeluaran yang akan kita lakukan.

2.Buat pendaftaran prioritas

Pendaftaran prioritas kebutuhan mulai dari keperluan sehari-hari maupun bulanan. Contoh: Gaji setiap bulan Rp. 4.000.000,- dengan kebutuhan membayar cicilan rumah, tagihan listrik, tagihan air,membeli sepeda,menyicil mobil,dan membeli kebutuhan pokok bulanan. Yang pertama harus dilakukan adalah memprioritaskan berdasarkan tingkatannya.

Tentu saja membayar hutang adalah yang paling prioritas (kasus disini membayar cicilan rumah),kemudian disusul dengan membayar tagihan listrik dan air,dan kebutuhan pokok bulanan seperti sembako dan perlengkapan mencuci dan mandi. Untuk keinginan membeli sepeda dan menyicil mobil,sebaiknya ditahan dulu,karena jika dipaksakan itu akan memberatkan.

3.Menabung

Tidak terbiasa menabung? Mulailah ubah pola pikir anda. Untuk pemula,kategorikan menabung sebagai kebutuhan utama. Saat membuat prioritas kebutuhan,jangan lupa untuk memasukkan “menabung” dalam prioritas utama. Minimal sisihkan 10% dari gaji anda,lebih besar lebih baik. Menabung mempunyai banyak keuntungan,selain untuk kebutuhan mendadak. Jika anda terbiasa menabung,ini merupakan contoh pengajaran yang baik untuk anak anda kelak.

4.Investasi

Daftarkan semua kebutuhan anda,mulai dari membayar kebutuhan prioritas,menabung dan jika anda masih memiliki uang berlebih jangan gunakan untuk berfoya-foya. Investasikan uang anda. Ada banyak jenis investasi,yang paling sering dilakukan adalah investasi emas,deposito,investasi tanah,dan properti.

5.Ubah gaya hidup

Gaya hidup bukanlah kebutuhan primer,hilangkan kebiasaan buruk ingin selalu tampil mempesona tapi dengan hutang sana-sini. Jika sebelumnya anda sering belanja baju setiap bulannya,coba alihkan dengan mencocokkan baju yang sudah ada supaya tidak bosan dan selalu terlihat segar. Ini lebih efektif dibanding anda membiasakan diri untuk selalu membeli baju bagus setiap bulannya.

Apakah anda termasuk orang yang suka menghabiskan uang untuk makanan mahal? Hanya untuk sekedar foto dan share lokasi tempat anda makan. Cobalah buat bekal untuk makan siang anda. Mungkin anda akan heran jika uang yang biasanya anda habiskan untuk makan. Bisa sangat berhemat jika anda membiasakan membawa bekal.

6.Konsumen Pintar

Berpikirlah secara bijak,jika anda ingin belanja sesuka hati anda namun kondisi keuangan tidak memadai. Sebab hal ini hanya akan terasa menyenangkan sesaat saja. Jangan “lapar mata” membeli barang yang tidak dibutuhkan. Belajar untuk cerdas dalam menentukan kebutuhan belanja,dan pandai-pandai melihat diskon. Cermati lagi apakah diskon tersebut benar-benar diskon atau hanya taktik marketing untuk menarik pembeli. Sekali lagi,jangan belanja jika memang tidak perlu.

7.Disiplin Diri

Titik utama dalam mengatur keuangan sendiri adalah disiplin diri. Memang kunci utama mengatur keuangan usaha adalah disiplin mengikuti memgatur keuangan yang sudah anda atur untuk keperluan pribadi. Abaikan jika banyak macam godaan yang sering muncul.

Barang-barang yang belum terlalu penting jadi seperti “minta dibeli”. Ada kalanya saat uang masuk dalam jumlah besar,kita merasa butuh ini dan itu. Anda harus dapat membedakan kebutuhan dan keinginan. Sebelum membeli sesuatu dengan alasan usaha, tanyakan dulu apakah merupakan kebutuhan mendesak atau keinginan yang bisa ditunda. Jawabannya akan membantu menentukan ke mana uang akan digunakan. Disiplin adalah pembelajaran diri dalam perencanaan keuangan sendiri.

Dari berbagai sumber..