Tlp SekarangWA Sekarang
Tips Memisahkan Uang Pribadi dan Uang Usaha

Memisahkan Uang via disini.solusiukm.com

 

Bagi para pebisnis yang baru memulai usaha, mungkin memisahkan uang pribadi dan uang usaha cukup sulit dilakukan. Meskipun usaha milik pribadi termasuk dalam ukuran kecil maupun besar, bukanlah jadi alasan sulit tidaknya mengatur keuangan tersebut. Harus diketahui dan dipahami adalah apabila antara uang pribadi dengan uang usaha tercampur, bagaimana tips mengtahui bahwa usaha dapat menguntungkan maupun maju, atau akan jalan di tempat?

Mengapa memisahkan uang pribadi sangat penting?

Sebab memisahkan uang pribadi dan uang usaha akan membuatnya dapat melihat pengeluaran serta pemasukan usaha dengan jelas dan masih ada beberapa manfaat lainnya yang bisa dirasakan saat disiplin dalam menggunakan uang usaha dan uang pribadi secara terpisah, seperti :

  • Pembukuan keuangan menjadi lebih efektif dan efisien
  • Uang untuk modal usaha akan terlindungi karena terdapat catatan transaksi dengan jelas
  • Bisa tahu apakah usaha sudah menguntungkan atau belum, sehingga lebih mudah untuk mengambil keputusan menyangkut usaha

Jika sudah mengetahui pentingnya dan manfaat memisahkan uang pribadi dan uang usaha, maka tindakan selanjutnya adalah melakukannya dengan cara:

  1. Membuat Rekening yang Berbeda

Maksud dari membuat rekening yang berbeda adalah menempatkan uang pribadi di rekening tabungan yang terpisah dengan rekening untuk usaha. Namun, pemisahan rekening ini tidak harus di bank yang berbeda. bisa di rekening dari bank yang sama. Dengan demikian, harus benar-benar dapat melihat perputaran kas uang usaha maupun kondisi keuangan pribadi. Sehingga dapat diketahui dengan pasti apakah usaha sudah mencapai laba atau sebaliknya.
  1. Kelola Usaha dengan Baik

Setelah memisahkan uang pribadi dan uang usaha di rekening yang berbeda, maka tinggal mengelola usaha dengan baik. Sehingga bisa mengembangkan usaha secara maksimal dan bisa memperoleh untung seperti yang diharapkan. Caranya, buat perhitungan anggaran pengeluaran rutin untuk keperluan usaha. Perkirakan pemasukan yang sudah rutin diperoleh, setelah itu juga harus disiplin melakukannya, seperti mengarsipkan tagihan dan nota pembelanjaan.
  1. Evaluasi Setiap Minggu

Setiap minggu, harus melakukan evaluasi keuangan setiap minggu untuk mengetahui pergerakan modal usaha dan keuntungan yang diperoleh. Catat dengan baik dan rapi semua hal yang berkaitan dengan usaha tersebut.
  1. Analisa Kondisi Keuangan

Selanjutnya, juga harus rutin melakukan analisa keuangan secara tertur. Ini bisa dilakukan setiap 3 bulan sekali. Jangan lupa memperhatikan kondisi keuangan dan utang jika ada. Untuk itu, harus rajin melakukannya.
  1. Alokasikan Profit dengan Tepat

Terakhir adalah mengalokasikan keuntungan atau profit dengan benar. Formulasi yang tepat untuk mengalokasikan usaha adalah 2,5 : 15 : 20 : 30 : 32,5. Apa ini maksudnya?
  • 2,5% sisipkan untuk zakat usaha
  • 15% dananya disimpan untuk ditabung atau diinvestasikan guna keperluan pribadi
  • 20% pisahkan untuk cicilan utang modal, meskipun modal ini dari dompet sendiri
  • 30% gunakan untuk kepentingan pribadi
  • 32,5% pisahkan untuk tabungan pengembangan usaha

Nikmati keuntungan dengan pengelolaan keuangan yang tepat

Segalanya membutuhkan pengelolaan yang baik, terlebih lagi untuk urusan uang. Jika tidak, maka bukan hal yang mustahil apabila keuangan menjadi berantakan karena tidak ada pencatatan dan perhitungan yang tepat. Untuk itu, hitung dan catat dengan baik masalah keuangan serta nikmatilah keuntungan dari jerih payah yang sudah dilakukan.

 

 

 

Dari berbagai sumber