Tlp SekarangWA Sekarang
Tips Efektif Mengelola Keuangan Usaha

Mengelola Keuangan Via dezmonde.net

 Sebagai pengusaha pemula, Tentunya  anda ingin  bisnis yang sedang dirintis sukses bukan?
Jika anda saat ini sedang menyiapkan atau mungkin sudah mulai menjalankan sebuah usaha, Anda wajib mencatat salah satu kunci sukses bisnis ialah pengelolaan keuangan degan cermat. Maklum saja, hampir semua aspek penting dalam usaha berkaitan dengan uang. Mulai dari pengadaan bahan baku, sewa tempat usaha, transportasi, promosi, gaji pegawai dan banyak hal lagi. Semua butuh pengaturan dan pengelopaan secara benar dan sistematis.

Mengelola keuangan usaha tentu berbeda dengan pengelolaan keuangan pribadi. Pengelolaan keuangan bisnis lebih dari sekedar menyimpan seperangkat buku yang akurat dan menyeimbangkan rekening bisnis. Pengelolaan itu juga untuk menjaga agar Anda tidak mengeluarkan terlalu banyak uang namun tetap siap untuk semua pengeluaran. Pengelolaan  keuangan bisnis secara efektif adalah metode untuk menjaga laju atau aliran dana perusahaan agar tidak terjadi kebocoran yang berujung pada kerugian finansial.

Keuangan yang tidak dikelola dengan benar beresiko terhadap kelancaran keuangan usaha.  Meski perusahaan itu berhasil memasarkan produk-produknya dengan sangat baik, namun jika manajemen keuangan dilakukan dengan buruk,  kemungkinan untuk  gagal dalam usaha sangat mungkin terjadi. Anda bisa memakai panduan berikut, agar dana usaha anda selalu terkontrol dari waktu ke waktu.

  1. Pisahkan Antara Rekening Pribadi Dengan Rekening Usaha

Pertama yang harus Anda perhatikan. Tidak jarang pengusaha yang  lalai menghadapi masalah penting ini sehingga uang pribadi sering tercampur dengan uang  perusahaan. Padahal dengan adanya pemisahan rekening, Anda bisa lebih mudah mengukur pertumbuhan bisnis yang anda kelola. Segera buka rekening baru yang ditujukan khusus untuk usaha atau bisnis.

2. Menentukan Persentase Manajemen Keuangan

Menentukan besaran persentase keuangan yang akan digunakan untuk kebutuhan usaha merupakan Tips ke dua setelah Anda memisahkan uang pribadi dengan uang usaha.  Tentukan berapa persen uang yang dialokasikan untuk operasional usaha, berapa persen  target dan laba yang ingin Anda capai, berapa persen uang untuk cadangan kas usaha serta berapa persen uang untuk pengembangan usaha.

Tips ini akan membantu Anda mengelola keuangan usaha sesuai dengan porsi yang sudah ditentukan di awal permulaan usaha. Pastikan alokasi pengeluaran bulanan, termasuk gaji Anda. Wlaupun usaha milik Anda sendiri, alokasikan gaji Anda sesuai dengan tanggungjawab dan angka kebutuhan Anda. Jika sesuatu terjadi yang mengharuskan Anda terpaksa meminjam uang usaha, catat sebagai kasbon/utang yang harus dikembalikan kelak.

  1. Buat Pembukuan

Usaha perlu ada catatan dengan lengkap Idealnya Anda wajib memiliki laporan keuangan seperti catatan laba atau rugi dan neraca. Akan tetapi  jika mash  belum memungkinkan karena usaha anda masih baru, setidaknya Anda bisa membuat dulu laporan keluar masuk uang kas. Setiap hari, cocokkan dan pastikan saldo uang dengan catatan Anda sama. Dengan begitu Anda bisa mengontrol semua transaksi keuangan.

Baik dari segi pemasukan, pengeluaran, serta hutang dan piutang yang dimiliki dalam perusahaan. Selain itu pembukuan yang rapi juga akan mempermudah dalam mengevaluasi dalam perkembangan usaha. Untuk catatan proyeksi atas arus kas tersebut. Dengan proyeksi tersebut, Anda akan tahu kapan waktunya menerima uang dan kapan harus mengeluarkan uang. Anda juga bisa mengecek apakah  perusahaan masih memiliki uang  cash atau tidak. Dengan catatan arus kas, kita bisa mengantisipasi dan mencari cara sebelum terjadi minus.

  1. Kontrol Arus Kas Usaha

Jika arus kas Anda lancar, maka semua kewajiban yang harus dibayar perusahaan juga bisa teratasi. Sebagian besar peluang usaha akan terganggu segala operasionalnya jika kas usaha tidak berjalan lancar. Karnanya, Pastikan selalu mengontrol arus kas usaha Anda. Pisahkan akunting dengan kasir. Meskipun Anda sudah sangat percaya pada karyawan yang memegang posisi kasir, sebaiknya anda tetap berhati-hati, apalagi jika ia juga membuat laporan keuangan.  Pastikan anda selalu mengecek struk secara berkala untuk mencegah potensi manipulasi laporan/ penggelapan uang oleh karyawan.

  1. Kelola Keuangan

Sebisa mungkin kurangi resiko berhutang. Mengembangkan usaha dengan cara berhutang, memang diperbolehkan. Tetapi berhati-hatilah dengan hutang. Hal itu akan menjadi tambahan beban cicilan utang dalam kondisi keuangan kurang baik yang hanya akan memperburuk keadaan usaha Anda. Karena itu, jika pemasukan yang ada belum bisa memenuhi kebutuhan usaha, sebisa mungkin kurangi risiko berhutang Anda.

6. Sisihkan Laba Untuk Peningkatan Usaha

Anda berhak menikmati keuntungan bisnis, namun hal itu bukan berarti Anda bisa menghabiskannya begitu saja. Anda tetap harus menyisihkan sebagian keuntungan untuk peningkatan atau pengembangan usaha anda agar lebih besar. Tugas penting manajemen keuangan Yaitu menjaga kelangsungan hidup bisnis dengan  cara mendorong dan mengarahkan investasi ke bidang-bidang yang menguntungkan. Apabila Anda merasa kurang mampu dalam mengelola keuangan usaha dengan baik, jangan ragu untuk meminta bantuan orang lain yang lebih ahli. Minimalisir risiko apapun yang berpotensi menggagalkan bisnis Anda.

Dari Berbagai Sumber