Tlp SekarangWA Sekarang
Pelayanan prima dan pengertian koperasi

Pelayanan prima dan pengertian koperasi via latipahrabbani3103.wordpress.com

Pengertian koperasi Ialah badan usaha yang beranggotakan orang seorang atau badan hukum. Setiap koperasi yang ada harus melandaskan seluruh kegiatannya pada prinsip koperasi serta asas kekeluargaan untuk meningkatkan gerakan ekonomi rakyat.  Menurut Undang – Undang No.25 tahun 1992 pasal 4 dijelaskan bahwa koperasi memiliki fungsi dan peranan antara lain yaitu mengembangkan potensi dan masyarakat berupaya memperkokoh perekonomian nasional, serta mengembangkan kreativitas dan jiwa berorganisasi bagi pelajar bangsa. Peran koperasi dalam memajukan perekonomian masyarakat dari dulu hingga saat ini sangat lah banyak. Karena masyarakat dapat meminjam pada atau berdagang pada koperasi tersebut. Bukan hanya itu saja peranan yang dilakukan koperasi juga dapat membantu Negara untuk menggembangkan usaha kecil yang ada dalam masyarakat. Peranan koperasi dalam perekonomian Indonesia adalah : alat pendemokrasi ekonomi, alat perjuangan ekonomi untuk mempertinggi kesejahteraan rakyat, membantu pemerintah dalam mengelola cabang -cabang produksi yang tidak menguasai hajat hidup orang banyak, sebagai  soko guru perekonomian nasional Indonesia (tiang utama pembangunan ekonomi nasional), membantu pemerintah dalam meletakkan fondasi perekonomian nasional yang kuat dengan menjalankan prinsip -prinsip koperasi Indonesia.

Pengertian pelayanan prima

Pelayanan prima atau sering disebut excellent service,  merupakan pelayanan yang sangat dibutuhkan ditengah tengah masyarakat saat ini .  Akhir-akhir ini pelayanan prima dapat ditemui tidak sesuai dengan konsep yang diterapkan dan bahkan orang yang memberikan pelayanan prima ini kurang pengetahuan atau pendidikan tentang pelayanan prima tersebut. Secara etimologis kamus besar Bahasa Indonesia (Dahlan, dkk, 1995:649) menyatakan pelayanan ialah “usaha melayani kebutuhan orang lain”. Pelayanan pada dasarnya adalah kegiatan yang ditawarkan kepada konsumen atau pelanggan yang dilayani, yang bersifat tidak terwujud dan tidak dapat dimiliki. Pelayanan prima merupakan terjemahan istilah “excellent service” yang secara harfiah berarti pelayanan terbaik atau sangat baik, disebut sangat baik atau terbaik karena sesuai dengan standar pelayanan yang berlaku atau yang dimiliki instansi pemberi pelayanan.

Tujuan pelayanan prima adalah memberikan pelayanan yang dapat memenuhi dan memuaskan pelanggan atau masyarakat serta memberikan focus pelayanan kepada pelanggan secara sangat baik atau terbaik. Pelayanan prima bermanfaat bagi upaya peningkatan kualitas pelayanan pemerintah kepada masyarakat sebagai pelanggan dan sebagai acuan pengembangan penyusunan standar pelayanan. Berdasarkan latar belakang diatas penulis memutuskan untuk memilih karya tulis ilmiah dengan judul PELAYANAN PRIMA.

 Pengertian Standar Pelayanan

Standar pelayanan merupakan ukuran yang telah ditentukan sebagai suatu pembakuan pelayanan yang baik. Standar pelayanan mengandung  baku mutu pelayanan. Pengertian mutu menurut Goetsch dan Davis (Sutopo dan Suryanto,2003:10) merupakan kondisi dinamis yang berhubungan dengan produk, jasa, manusia, proses dan lingkungan yang memenuhi atau melebihi harapan pihak yang menginginkannya dalam teori pelayanan publik, pelayanan prima dapat diwujudkan pelayanan yang dipergunakan sebagai pedoman penyelenggara negara kepada masyarakat untuk memberikan pelayanan yang berkaulitas. Dalam rancangan Undang Undang pelayanan publik (Republik Indonesia, 2007:7) standar pelayanan ini setidaknya – tidaknya berisi tentang : dasar hukum persyaratan, prosedur pelayanan, waktu penyelesaian, biaya pelayanan, produk pelayanan, sarana dan prasarana, kompetensi petugas pemberi pelayanan, pengawasan intern, penanganan pengaduan, saran dan jaminan pelayanan.

Barang Layanan

Barang layanan dapat dibagi menjadi empat kelompok

(Savas dalam Sutopo dan Suryanto,1987:10-12)

  1. Barang yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan individu yang bersifat pribadi. Barang privat (private goods) ini tidak ada konsep tentang penyediaannya, hukum permintaan dan penawaran sangat tergantung pada pasar, produsen akan memproduksi sesuai kebutuhan masyarakat dan bersifat terbuka. Penyediaan barang privat ini dapat mengikuti hukum pasar, namun jika pasar mengalami kegagalan dan publik, maka pemerintah dapat melakukan intervensi.
  2. Barang seperti ini hamper sama seperti barang privat. Yang dikonsumsi secara bersama sama (collective goods). penyediaannya tidak dapat dilakukan melalui mekanisme pasar. Barang ini digunakan secara terus-menerus, bersama sama dan sulit diukur tingkat pemakaiannya bagi tiap individu sehingga penyediaannya dilakukan secara kolektif yaitu dengan membayar pajak.
  3. Barang yang digunakan dan dimiliki umum (common pool goods). Penyediaan dan pengaturan barang ini dilakukan oleh pemerintah karena pengguna tidak bersedia membayar. Untuk penggunaannya keempat jenis barang secara tegas barang yang bersifat publik murni (pure public goods) biasanya memiliki tiga karakteristik (Olson dan Suryanto,2003:12) :

1)   Penggunaannya tidak dimediasi oleh transaksi bersaing (non-rivalry) sebagaimana barang ekonomi biasa.

2)   Tidak dapat diterapkan prinsip pengecualian (non-excludability).

3)   Individu yang menikmati barang tersebut tidak dapat dibagi, yang artinya digunakan secara individu (indisible).

Pengertian Proses Pelayanan

Proses pelayanan merupakan suatu proses tersebut menghasilkan suatu produk yang berupa pelayanan kemudian diberikan kepada pelanggan. Pelayanan dapat dibedakan menjadi tiga kelompok (Gonroos dalam Sutopo dan Suryanto,2003:13)

1. core service  core service Ialah pelayanan yang diberikan kepada pelanggan sebagai produk utamanya. misalnya untuk hotel berupa penyediaan kamar .perusahaan penerbangan menawarkan penerbangan dalam negeri dan luar negeri.

2. facilitating service facilitating service adalah fasilitas pelayanan tambahan kepada pelanggan.misalnya pelayanan check indalam penerbangan. facilitating service merupakan pelayanan tambahan yang wajib.