Tlp SekarangWA Sekarang
Jangan Hanya Menabung Uang Saja, Mari Menabung Emas

Menabung Emas via investasiemaspemula.wordpress.com

 

Menabung identik dengan menyimpan uang di bank. Tidak heran, sejak dini sudah diarahkan oleh orang tua agar mempunyai prinsip untuk rajin menabung karena menabung merupakan pangkal kekayaan. Orangtua juga sering menasehati agar uang jajan sebaiknya disisihkan sebagian untuk ditabung, Seandainya menabung sudah banyak bisa untuk membeli sepeda atau mainan.

Tidak ada yang salah, tapi zaman semakin berkembang dan gaya hidup juga berubah. Sekarang ini, banyak orang tidak lagi menabung dalam bentuk uang, tapi beralih ke emas sebagai bentuk investasi. Bukan emas perhiasan, tetapi emas batangan. Jangan bayangkan emas yang dimaksud adalah yang ukurannya besar seperti di film-film. Menabung emas bisa dimulai dari yang paling kecil seukuran 0.01 gram dan mulai dari harga di sekitaran Rp. 5.000 saja.

Berikut 4 alasan menabung emas daripada menabung uang :

  1. Menabung uang memang mendapatkan bunga. Tetapi bunganya ternyata sangatlah kecil

Menabung uang di bank memang dijanjikan mendapatkan bunga tiap bulannya. Tetapi bunga yang didapatkan ternyata sangatlah kecil. Menurut data di tahun 2017, salah satu bank BUMN Indonesia memberikan bunga hanya sebesar 4,25 % pada tabungan deposito 1 juta s/d 50 juta rupiah. Tidak berbeda jauh dengan beberapa bank swasta dengan jumlah bunga yang sama. Jika menganggap itu besar, bagaimana dengan nilainya pada 2 sampai 5 tahun mendatang? Apa nilai sebesar itu akan tetap sama besarnya dengan yang sedang terjadi saat ini?
  1. Jawabannya tentu tidak, karena adanya efek inflasi rupiah yang tiap tahun justru semakin naik

Inflasi merupakan proses menurunnya nilai mata uang secara kontinyu, dibarengi dengan proses meningkatnya harga-harga secara umum dan terus-menerus disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain, konsumsi masyarakat yang meningkat, berlebihnya likuiditas di pasar yang memicu konsumsi atau bahkan spekulasi, sampai termasuk juga akibat adanya ketidaklancaran distribusi barang.
Sebai contoh, mudahnya begini harga sebungkus mie instan tahun ini tidak akan sama dengan harga mie instan tahun depan. Begitu juga dengan harga makanan pokok lain seperti beras, tepung dan lain sebagainya. Belum lagi jasa cukur rambut atau ojek online yang juga bisa dipastikan akan mengalami kenaikan dari tahun ke tahun.
Contoh faktanya, jika mempunyai niatan untuk membeli rumah atau beribadah haji dan menabung uang di bank, rupanya akan membutuhkan waktu yang lama untuk bisa terkumpul sampai hasil yang didapatkan karena akan berpengaruh terhadap inflasi. Karena harga rumah dan ONH selalu naik setiap tahun sementara deposito justru terus berkurang karena inflasi jauh lebih besar dari bunga deposito.
  1. Jadi, bisa dikatakan nilai rupiah tidak ada apa-apanya dibanding harga emas yang cenderung naik dan tidak terpengaruh oleh inflasi

Sebagai ilustrasi, jika pada tahun 1999 harga sebuah mobil sekitar Rp. 229 juta rupiah dan setara dengan 2,7 kg emas yang saat itu bernilai Rp. 85.000 per gram, bayangkan apa yang terjadi pada 10 tahun kemudian. Tahun 2009, harga emas adalah sebesar Rp. 350.000 per gram. Kalikan saja dengan 2,7 kg emas yang dimiliki. Hasilnya menjadi sekitar Rp. 945 juta atau hampir 1 milyar! Itu sama halnya bisa membeli 2 mobil meskipun harga mobil tersebut sudah naik menjadi Rp 390 juta.
Sebagai catatan, sejak 2001 harga emas naik pada kisaran 20-37% dan tidak terpengaruh oleh inflasi.
  1. Investasi memang banyak bentuknya, tapi emas bisa dikatakan paling menguntungkan karena bebas pajak dan mudah dicairkan

Tidak seperti tanah atau bangunan yang sudah pasti dikenakan pajak, emas batangan ternyata bebas dari pajak. Bukan saja kemudian tidak ada untungnya untuk investasi dalam bentuk lain. Karena tanah ataupun properti lain juga menjadi bentuk investasi yang tidak kalah menjanjikan. Tetapi, tetap saja dari segi likuiditas (mudah dicairkan), emas jelas lebih baik dibandingkan bentuk investasi lainnya. Jika sedang ada kebutuhan mendesak, bisa mencairkan emas sebanyak yang dibutuhkan. Membelinya juga dapat dicicil dari ukuran emas paling kecil.
Jika berniat membeli tanah, ruko, apartemen atau bentuk properti lainnya, menabung uangnya dalam bentuk emas. karena nilainya tidak akan turun. Jika nilai emas sedang naik, bisa kemudian ditukar dengan uang untuk dibelikan tanah dan sangat bermanfaat.
Keputusan akhir tetap ada pada prinsip masing-masing individu. Namun, investasi diarahkan bukan untuk kebutuhan jangka pendek, melainkan menjadi simpanan untuk jangka panjang. Maka dari itu, perhitungkan baik-baik untuk untung ruginya. Jika ada emas yang ternyata lebih menjanjikan, mulai sekarang bisa berinvestasi emas. Beberapa bank swasta maupun BUMN sudah menerima layanan menabung atau kredit emas. Tentunya ini sangat membantu untuk yang memiliki upah kerja dengan nominal yang belum begitu besar.

 

 

Dari berbagai sumber