Tlp SekarangWA Sekarang
Gunakan Kartu Kredit Untuk Tambahan Modal Bisnis

Modal Bisnis Via time.com

Modal merupakan salah satu faktor kunci dalam memulai dan membangun bisnis. Berjalannya bisnis tergantung bagaimana ketersediaan modal yang dimiliki. Bisnis yang terus berjalan dari waktu ke waktu tentunya kelak bisa saja menjadi bisnis yang besar. Tentu untuk membuat bisnis menjadi besar dibutuhkan modal yang besar pula.

Terkadang di waktu yang tidak pasti ada saja sejumlah pebisnis mengalami kekurangan modal untuk mencapai target yang mereka buat. Solusi untuk mengatasi kurangnya modal tersebut yaitu dengan mengambil kredit yang disediakan lembaga keuangan yang menyediakan kredit.

Bank sebagai lembaga keuangan menyediakan kredit mulai dari Kredit Tanpa Agunan (KTA), Kredit Multiguna (KMG), hingga kartu kredit biasa. Dibandingkan KMG, jelas memakai KTA lebih untung karena anda tidak perlu menjaminkan apa pun dan bunganya juga cukup terjangkau. Namun, dalam prosesnya tentu ada waktu yang ditempuh.

Minimal paling cepat 2 hari dan paling lama 20 hari. Tentunya lebih cepat menggunakan kartu kredit. Anda hanya cukup dengan menggesekkan kartu dan transaksipun sudah selesai dilakukan. Nah, bagaimana kalau menutupi kurangnya modal atau cari tambahan modal dengan menggunakan kartu kredit?

Bisa saja asalkan anda memerhatikan beberapa hal berikut ini :

  1. Hitung Dana yang Dibutuhkan

Karena tambahan modal didapatkan dari kartu kredit, beberapa hal yang perlu dipertimbangkan mulai dari besaran dana dan peruntukan dana. Untuk besaran dana yang dipakai, ketahui seberapa besar limit kartu kredit yang dimiliki. Kemudian dana yang dibutuhkan tersebut haruslah digunakan untuk membeli barang-barang yang transaksinya bisa dilakukan dengan kartu kredit.
Bisa-bisa saja tarik tunai dari kartu kredit, namun hal ini tentu saja ada biaya tambahan yang lumayan besar yang harus dibayarkan.
  1. Bandingkan Omzet dengan Cicilan yang Dibayar

Wajib anda ingat bertransaksi dengan kartu kredit berarti Anda sedang berhutang dengan pemberi kredit. Inilah kenapa pentingnya dilakukan perhitungan dengan mempertimbangkan limit kredit dan omzet (business income). Bayangkan apabila  Anda tidak melakukan perhitungan dengan mempertimbangkan kedua hal tersebut.
Bisa-bisa Anda tidak mendapat profit sama sekali atau bahkan harus menanggung beban hutang dengan memakai dana pribadi anda. Padahal, seharusnya untuk cicilan kartu kredit usahakan bisa ditanggung dari penghasilan bisnis yang dijalankan.
  1. Limit Kartu Kredit

Agar barang-barang yang masuk sebagai modal dalam bisnis bisa terbeli dan terpenuhi, pastikan limit kartu kredit sanggup mencukupinya. Buatlah perhitungan agar barang-barang yang akan dibeli masuk limit. Anda dapat melakukan perbandingan harga untuk membuat estimasi. Lakukan perbandingan harga secara online terlebih dahulu dengan melihat-lihat di beberapa ecommerce.
Kemudian lakukan juga secara offline dengan mengunjungi pusat grosir atau toko-toko terdekat. Pastikan pedagang yang dikunjungi menerima transaksi dengan menggunakan kartu kredit. Setelah itu, lakukan perbandingan dari semua perbandinga yang telah anda lihat,manakah yang menjual barang lebih murah offline atau online.
  1. Melakukan Pembayaran Minimum

Hal ini perlu jadi pertimbangan karena ini menyangkut kesanggupan dalam membayar cicilan. Sanggup atau tidakah anda membayar cicilan kartu kredit tiap bulannya,hal ini dapat diketahui dengan cara melihat besaran penghasilan bisnis anda pada tiap bulannya. Jika seandainya karena suatu hal, income yang diperoleh tidak sesuai yang diharapkan.
Anda bisa menggunakan opsi pembayaran minimum sebesar 10-15% dari cicilan yang harus dibayarkan. Perlu diingat sah-sah saja menggunakan opsi bayar minimum asalkan bulan berikutnya anda secepatnya untuk dilunasi agar cicilan tidak membengkak.
Dari Berbagai Sumber