Tlp SekarangWA Sekarang
Demi Keuangan yang Stabil, Kelola Pengeluaran Bulanan dengan Prosedur 50-20-30!

Kelola Keungan via hipwee.com

 

Masa muda memang kadang identik dengan hura-hura. Karena prinsipnya hidup hanya sekali, dengan mudahnya untuk menghabiskan uang untuk membeli ini dan itu. Manajemen keuangan yang lemah ujung-ujungnya membuat kehidupan finansial tidak sehat. Kebiasaan menabung hanya dipahami sebagai slogan saja, masih malas untuk mempraktikan. Padahal menabung sebaiknya mulai dibiasakan dari sejak usia muda.

Berikut tips keuangan yang bisa dipraktikan agar uang tidak hilang tanpa jejak :

Selama ini mungkin ada yang merasa uang gaji hilang bagai mantan, habis tanpa jejak, entah kenapa jadi merasa gaji bulanan selalu habis begitu saja. Padahal untuk status yang masih melajang, gaji saat ini tergolong cukup untuk memenuhi kebutuhan. Bisa jadi ini dikarenakan belum mempunyai prinsip untuk mengontrol masalah keuangan. Untuk yang belum bisa menggambarkan berapa pemasukan dan pengeluaran, Gaji / upah bisa-bisa habis sebelum akhir bulan. Ujung-ujungnya menghutang ke teman-teman.

  1. Jika benar sulit mengatur keuangan, bisa mempraktikan sistem keuangan 50-20-30

Sistem keuangan sendiri

Waktu yang sudah berputar tidak akan bisa kembali lagi. Jangan sampai nanti menyesal di hari tua karena terlalu boros dan tidak mempunyai tabungan sedikit pun. Mulai bulan ini cobalah untuk lebih selektif dalam mengelola keuangan. Dapat mempraktikan manajemen keuangan  50-20-30 yang mudah untuk diterapkan. Sistem manajemen keuangan yang satu ini bisa dipraktikan buat siapa saja, baik yang masih mahasiswa, pekerja full time, atau pun pekerja part time serta untuk yang sudah mempunyai gaji dari rentang berapa pun.
  1. Utamakan 50% penghasilan untuk kebutuhan primer, dari mulai daily life sampai toiletries

Hal pertama yang harus disisihkan adalah untuk kebutuhan primer, kebutuhan yang mau tidak mau harus disisihkan di setiap bulannya. Sementara itu yang tergolong sebagai kebutuhan primer adalah biaya hidup sehari-hari yang mencakup makan hingga uang bensin, biaya kosan, toiletries, sampai dengan uang pulsa. Manfaat dari mengalokasikan 50% kebutuhan primer ini agar penghasilan yang di dapat tidak terbuang sia-sia hanya untuk satu keperluan saja.
  1. Ikuti prinsip orang Tionghoa yang rajin menabung, alokasikan 20% penghasilan untuk disimpan

Cobalah untuk mengikuti prinsip orang Tionghoa yang menjadikan menabung sebagai bagian dari gaya hidup. Cukup 20% dari penghasilan aja setiap bulannya. Masalah cara menabungnya bisa dipilih yang paling ringan dan tidak memberatkannya. Misalnya dengan menyisihkan uang (20% tadi) di tabungan khusus yang terpisah dari penghasilan yang didapat. Sejauh ini tabungan berencana selalu jadi alternatif menabung yang tidak memberatkan.
Mempunyai manajemen keuangan bukan berarti tidak bisa senang-senang, bisa saja digunakan 30% penghasilan itu untuk membahagiakan diri Bukan berarti juga tidak bisa shopping. Budget-kan juga termasuk untuk hobi yang satu ini.
Misalnya gaji Rp 2 juta.
30%  dari 2 juta = Rp 600 ribu
Walaupun sudah mempunyai cara sendiri dalam hal mengelola keuangan, bukan berarti tidak mepunyai iuntuk senang-senang. Gunakan 30% dari gaji itu untuk hobi, wisata kuliner, hingga shopping. Jika gaji itu seperti perkiraan di atas, Rp 600 ribu bisa digunakan untuk shopping sekaligus wisata kuliner setiap bulannya. Tetapi ada satu hal yang harus diingat.
  1. Cobalah untuk tetap disiplin soal budget bersenang-senang tersebut. Ingat, tetapkan 30% saja sebaiknya jangan lebih dari itu

Supaya stabil masalah finansialnya dapat diraih, jadilah pribadi yang tidak hanya jago nyari uang, tetapi juga harus jago menyimpan uang
Orang yang pintar mencari uang di dunia ini tentulah banyak. Akan tetapi sedikit orang yang pintar untuk menyimpan uang. Oleh karena itu jadilah pribadi yang bisa mengontrol pengeluarannya. Dengan begitu usaha dan kerja keras mencari nafkah tidak akan terasa sia-sia. Akan terlihat hasilnya berwujud tabungan.

Semoga manajemen keuangan 50-20-30 ini dapat dipraktikan. Karena manajemen keuangan harus bisa diterapkan sejak usia muda.

 

 

Dari berbagai sumber