Tlp SekarangWA Sekarang
9 Petunjuk Keuangan yang Seharusnya Anda Tahu Sejak Usia 20-an Agar Tidak Menyesal Di Usia 30-an

Petunjuk Keuangan via hipwee.com

 

Ketika sudah berhasil mendapat pekerjaan dan menghasilkan uang di usia 20-an, kita harus tahu bahwa tanpa sadar sudah berhasil membuat mereka yang sepuluh tahun lebih tua dari kita merasa iri. Mereka iri dengan penampilan yang muda dan segar, mereka ingin punya kebugaran dan kesehatan seperti tubuh kita, mereka ingin berpikir seperti anak 20-an, dan mereka kagum melihat cara kita bekerja meski belum mempunyai banyak tanggungan.

Terlepas dari keunggulan di atas, kita tidak memiliki keunggulan yang tentunya dimiliki mereka yang berusia 30-an, yaitu kebijaksanaan. Mereka sepuluh tahun lebih dulu merasakan kesuksesan sebelum kita, mereka mempunyai pengalaman, dan mereka sudah pernah belajar dari kesalahan. Jika dapat memutar kembali waktu ke sepuluh tahun yang lalu mereka ingin menghindari kekhilafan tersebut, namun kita tidak dapat memutar waktu. Selagi masih muda dan bersemangat bekerja di usia 20-an seperti saat ini.

Berikut beberapa hal soal keuangan yang harus dapat diketahui agar tidak menyesal di kemudian hari :

  1. Jangan membeli barang hanya untuk memamerkan kepada semua orang. Bagi orang yang melihatnya, barang-barang tersebut tidaklah semenawan yang Anda kira.

Setelah menghasilkan uang sendiri, jadi berfikir merasa berhak untuk menghabiskan uangnya ke benda-benda yang selama ini diimpikan. Memang berhak menghabiskan uang yang dihasilkan namun dengan catatan, harus dibelanjakan dengan bijak. Pastikan  memenuhi kebutuhan terlebih dahulu dan menyisihkan sebagian untuk tabungan sebelum memenuhi keinginannya.
Jangan menggunakan niat pamer saat mengeluarkan uang untuk barang maupun jasa tersebut karena, baik mobil, pakaian, perhiasan, pelesiran mewah atau apaun yang dibeli tidak akan membuat orang lain terkesan seperti yang dikira. Saat pilihan membeli berada di antara dua pilihan, kegunaan dan kemewahan, akan lebih bijak jika dapat mendahulukan kegunaan sebelum kemewahan.
  1. Pisahkan urusan pribadi dengan pekerjaan, nantinya akan menyesal jika membiarkan pekerjaan menerpa kehidupan pribadi Anda.

Dengan semangat yang masih membara, sangat mudah bagi profesional berusia 20-an untuk mengabaikan kehidupan pribadinya demi kesempurnaan dalam pekerjaan. Demi mengumpulkan uang, Anda harus melupakan waktu berharga dengan keluarga. Demi mengejar karir yang cemerlang, menunda untuk memiliki ikatan emosional dengan pasangan. Jangankan untuk menikah, mencari pacar saja kamu berat, malas dan sebagainya. Untuk sekarang, kita bisa merasa baik-baik saja namun dalam 10 tahun ke depan baru akan merasakan akibatnya.
Bayangkan betapa kosongnya kehidupan nanti. Mempunyai uang banyak tetapi belum bisa membahagiakan orang tua, karena mereka merasa ‘jauh’ dari Anda. Mempunyai banyak relasi dan rekan namun tidak ada satu pun yang bisa dipanggil “teman”. Dikagumi dan dipuji banyak orang tetapi tetap merasa tidak lengkap tanpa kehadiran kasih sayang yang bisa mengisi kekosongan tersebut.
Sebelum hal itu terjadi, temukan keseimbangan antara kehidupan pribadi dengan pekerjaan. Mencari uang dengan keras itu boleh saja. Tetapi jangan pernah lupa juga untuk mengisi hidup dengan cinta.
  1. Selagi berada di usia muda yang bermanfaat, harus mengambil semua peluang yang ada di depan mata

Kesempatan selalu datang menghampirinya, tetapi kesempatan yang sama jarang datang dua kali. Selagi masih muda dan berusia produktif, kenapa tidak mengambil segala kesempatan yang ada? Mulailah dengan mengambil kesempatan yang datang di kehidupan pribadinya. Manfaatkan waktu luang 2-3 hari untuk misalnya traveling, jangan cuma berkurung diri di kamar saja saat hari libur. Bawa kaki untuk menjelajahi setiap jengkal surga kecil di dunia selagi masih punya sumber daya.
Dalam kacamata kesuksesan, harus hati-hati dalam melihat peluang. Jangan biarkan peluang hanya cuma numpang lewat di depan matamu tanpa ada usaha untuk menangkapnya sedikitpun. Jika ada peluang untuk berhenti dari pekerjaan kantoran untuk membuka usaha sendiri, kenapa tidak dicoba apabila dirasa cukup pantas? Jika ada peluang untuk memulai perusahaan startup yang sesuai dengan keinginan kita, maka mulai saja daripada terus-menerus menggeruti pekerjaan yang tidak pernah dicintainya.
Dalam sepuluh tahun nantinya akan sadar bahwa bukanlah kegagalan yang akan membuat kecewa, namun tidak mencoba ketika ada kesempatan adalah hal yang akan membuat paling menyesal.
  1. Keuangan 10 tahun lagi bisa terbantu dengan perilaku hidup sehat saat ini

Ketahuilah bahwa tidak selamanya makanan enak memberi pengaruh baik bagi tubuh dalam jangka panjang. Ketika muda dan punya banyak sumber untuk menambah wawasan soal kesehatan, mulailah untuk membatasi dan mengurangi makanan yang mengandung lemak jahat dan kolesterol tinggi, gula, dan bahan pengawet yang buruk bagi kesehatan. Jangan terlalu percaya jika ada yang menyebut makanan sehat harganya mahal, justru makan mahallah yang belum tentu sehat.
Daripada mengorbankan tubuhmu untuk menikmati junk food, soda dan alkohol lebih baik mulai mencari makan alternatif yang lebih menyehatkan seperti gado-gado, salad, buah-buahan dan air putih. Selain buruk bagi kesehatan, junk food dan kawan-kawan juga buruk bagi keuangan sebab harganya tidak bisa dikatakan murah-murah banget. Masih banyak makanan lain yang lebih murah dan jauh lebih sehat jika dibandingkan dengan ayam goreng, burger, dan soda yang dikonsumsi tersebut. Lebih baik mencegah datangnya penyakit daripada mengeluarkan banyak uang untuk berobat.
  1. Pikirkan sunguh-sunguh sebelum memutuskan membeli rumah dan mobil. Membeli properti dan kendaraan adalah sebuah keputusan besar

Meskipun jumlahnya cuma satu, rumah nanti akan menjadi tempat pengeluaran terbesar dalam hidup. Biaya perawatan berkala rumah tidaklah kecil. Belum lagi masalah cicilan dan biaya pembangunannya yang harus membuatnya berdarah-darah dalam proses mewujudkan kediaman idaman itu. Untuk pengeluaran sebesar itu sudah sepatutnya kamu bersifat hati-hati dan tidak terburu-buru mengambil keputusan. Pastikan dulu apakah akan membangun atau membeli rumah yang sudah jadi.
Jika berencana mencicil, pastikan pilihan KPR yang paling tepat. Penting untuk tidak terburu-buru saat memiliki rumah, agar terhindar dari perasaan kecewa. Terburu-buru membeli rumah dapat membuat lupa untuk memastikan bahwa daerahnya bebas dari gangguan bencana (banjir), aman dari tindak kriminal atau bangunan yang tidak kokoh. Sebelum membeli rumah pastikan dulu apakah memang sudah saatnya  membeli/mencicil, rumah harga berapa yang disanggupi, bagaimana soal lingkungan dan keamanannya, apakah sesuai dengan kebutuhanmu?
Begitu juga saat berpikir untuk membeli mobil, sebaiknya pikir-pikir dulu apakah  memang membutuhkannya, apakah bentrok dengan tagihan rumah dan jangan lupa menimbang apakah lebih baik uang untuk membeli mobil dialihkan sebagai biaya kuliah pasca-sarjana dan sebagainya.
  1. Selalu dengarkan nasihat mengenai keuangan terutama nasihat yang datang dari orang tua

Karena mendengarkan tidak ada salahnya, lagi pula pada akhirnya keputusan tetap ada di tangan diri sendiri. Namun harus memberi perhatian ekstra khusus untuk nasihat yang datang dari orang tua. Di usia 20-an mudah saja masih bertingkah layaknya remaja puber: keras kepala dan memberontak. Tapi percayalah orang tua lebih tahu banyak masalah mengelola uang. Kebiasaan menabung yang selalu mereka tanamkan akan sangat berguna ketika anaknya mempunyai penghasilan sendiri.
Jika melihat orang tuanya menabung dalam bentuk investasi, mungkin harus meniru langkah mereka dengan membeli emas atau, jika mencukupi, berinvestasilah pada tanah sekalian.
  1. Cara paling tepat untuk mengontrol pengeluaran adalah dengan mengontrol kebiasaan buruk

Semakin dewasa, seharusnya dapat mengontrol kebiasaan yang sebenarnya tidak bermanfaat bagi kesehatan dan keuangan. Jika Anda adalah perokok, kurangi lalu hentikan agar terhindar dari penyakit dan tidak harus lagi mebeli rokok setiap hari. Jika biasanya olahraga tiga bulan sekali, jadikan tiga kali seminggu agar badan makin bugar dan terhindar dari penyakit. Yang terbiasa berhutang di usia muda, segera lunasi dan jangan berhutang lagi jika tidak ingin mau ditagih-tagih di kemudian hari serta ubah kebiasaan-kebiasaan buruk lain yang bisa bermanfaat bagi hidup dan keuanganmu di masa depan.
  1. Pastikan kebutuhan tercukupi sebelum mengulurkan tangan bagi orang lain

Mungkin pernyataan di atas terdengar kikir, namun jangan terlalu naif untuk dengan mudahnya memberi bantuan finansial (hutang) kepada semua orang yang datang kepadamu. Ketika nanti Anda sudah mem[unyai penghasilan, bisa jadi teman dan sanak saudara datang pada Anda untuk meminta bantuan keuangan. Tentu menolong mereka tidak ada salahnya. Tetapi sebelum meminjamkan uang, pastikan sudah memenuhi kebutuhan kitasebelumnya. Pastikan juga masih mempunyai anggaran untuk ditabung. Hal yang harus dapat diingat saat memberikan pinjaman adalah lakukanlah selalu dengan keikhlasan.
  1. Di usia yang masih produktif ini memang tidak akan merasa puas. Jadikan semangat ini sebagai amunisimu untuk makin bekerja keras

Tanpa memperdulikan kesuksesan yang sudah diperoleh dalam setiap tahap hidup kita, dengan sifat yang sangat manusiawi sekali, tidak akan pernah puas, selalu ingin lebih dan lebih lagi. Selama masih ada uang di dunia ini, manusia tidak akan berhenti berusaha untuk mencarinya. Kepuasan yang diperoleh hanya akan menjadi bahan bakar baru untuk tekad baru, target baru dan kesuksesan baru.
Oleh karena itu, bersungguh-sungguhlah untuk menjalani hidup yang bermanfaat dan menyenangkan. Jadikan usaha kerasmu di usia 20-an sebagai dasar untuk terus berkarya hingga badan dan pikiran tidak lagi produktif. Pastikan usaha itu bisa menjadi landasan untuk Anda dan keluarga nanti. Anda tidak bisa menjauhi diri dari pilihan yang salah, yang dapat dilakukan adalah berhati-hati dan mengambil pelajaran ketika terlanjur membuat kesalahan.

Selagi muda, produktif dan sehat di masa 20-an jalani hidup dengan bijak agar hidup tidak dengan penuh penyesalan di usia 30-an.

 

 

 

Dari berbagai sumber