Tlp SekarangWA Sekarang
6 Teori Prinsip Keuangan Penting Yang Wajib Diketahui Oleh Seorang Pengusaha

Prinsip Keuangan via jurnal.id

Kondisi sebuah perusahaan akan selalu terikat erat dengan faktor keuangan yang dimilikinya. Karena keuangan ini begitu penting, maka setiap individu yang berperan dalam perusahaan harus memahami tentang konsepnya.

Di bawah ini ada 6 teori prinsip keuangan penting yang perlu anda ketahui, diantaranya yaitu :

Nilai Pendapatan Bersih

Pendapatan bersih merupakan nilai bagi kesehatan keuangan sebuah perusahaan. Cara menghitungnya yaitu dengan mengurangi total aset dengan jumlah total utang. Jika hasil tidak menunjukkan angka minus, maka perusahaan tersebut berada dalam kondisi aman. Jika tidak, berarti  perusahaan berada dalam  kondisi rawan dan mungkin butuh strategi untuk memperbesar pemasukan.

Inflasi

inflasi adalah suatu proses meningkatnya harga-harga secara umum dan terus-menerus berkaitan dengan mekanisme pasar yang dapat disebabkan oleh berbagai faktor seperti konsumsi masyarakat yang meningkat, berlebihnya likuiditas di pasar yang menyebabkan konsumsi atau bahkan spekulasi, hingga termasuk juga akibat adanya ketidaklancaran distribusi barang.

Selain itu inflasi juga merupakan proses menurunnya nilai mata uang secara berkepanjangan. Inflasi adalah indikator untuk melihat tingkat perubahan, dan dianggap terjadi jika proses kenaikan harga berlangsung secara berkepanjangan, serta saling memengaruhi.

Likuiditas

Pengertian Likuiditas Keuangan adalah kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendek. Pengertian lain yaitu kemampuan seseorang atau perusahaan untuk memenuhi kewajiban atau utang yang segera harus dibayar dengan harta lancar atau disebut dengan harta aktiva.

Bear Market

Bear market sering digunakan untuk menyebut periode penurunan harga surat berharga sebesar 20% atau lebih. Bear market pada saham dipicu ketika investor menjual saham, umumnya untuk mengantisipasi memburuknya kondisi ekonomi dan penurunan keuntungan perusahaan.

Toleransi Risiko

Toleransi risiko adalah ukuran dari tingkat ketidak pastian yang bersedia diterima oleh seorang investor atau pengusaha sehubungan perubahan negatif terhadap bisnis atau aset. Seberapa tingginya toleransi resiko tergantung pada seberapa agresif seorang investor atau pengusaha  dalam berinvestasi.

Toleransi risiko tidak hanya bergantung pada kondisi  emosional seseorang, tetapi juga dari perkiraan seberapa banyak waktu, potensi penghasilan dan aset yang akan bisa  dimiliki di masa yang akan datang.

Alokasi Aset dan Diversifikasi

Alokasi aset bisa diartikan sebagai tempat di mana anda akan menyimpan uang, tergantung pada kebutuhan individu atau perusahaan. Bisa dengan membeli rumah, tanah, atau apapun.

Alokasi aset berhubungan erat dengan diversifikasi di mana resiko kesalahan mengalokasikan aset tersebut  bisa berkurang dengan mendiversifikasi investasi di dalam satu kelas aset atau di berbagai jenis kelas aset yang berbeda.

Dikutip dari berbagai sumber.