Tlp SekarangWA Sekarang
Cara Memperbaiki Oli Naik Ke Busi Dengan Baik

Busi Motor via blogspot.co.id

Warna busi yang normal,itu agak kecoklatan. Warna ini menunjukan bahwa pembakaran didalam mesin itu berlangsung secara sempurna. Tapi jika anda menemui busi yang warnanya hitam pekat bahkan ada rembesan oli maka itu bisa dikategorikan sebuah masalah.

Oli mesin bersarang didalam mesin fungsinya untuk melakukan pelumasan pada seluruh bagian mesin yang bergesekan. Hanya saja,oli harusnya tidak masuk ke ruang bakar apalagi sampai membasahi busi.

Saat ada sejumlah oli naik ke busi,maka hal itu bisa menandakan beberapa masalah serius seperti kehausan ring piston atau kerusakan seal klep mesin. Akibatnya bisa fatal,mesin bisa mengeluarkan asap putih dan tenaganya ngempos.

Dampak Oli Naik Ke Mesin

1.Mesin Bisa Terkunci

Efek pertama bisa dirasakan dari oli itu sendiri,saat oli ikut terbakar di ruang bakar. Dalam waktu dekat volume oli akan berkurang,jika kita tidak melakukan pengecekan oli maka mesin akan bekerja dalam kondisi oli yang tidak full.

Hasilnya,tidak ada oli yang melapisi bagian yang bergesekan sehingga gesekan akan terjadi dan menimbulkan luka dipermukaan (friksi). Contohnya pada piston,saat ada goresan di linner silinder maka gerakan piston akan terhambat.

2. Mesin Jadi Brebet

Oli yang terbakar bisa mengakibatkan adanya penumpukan deposit khususnya pada elektroda busi. Deposit ini bisa sangat tebal sehingga mengganggu pengapian pada busi. Ini akan membuat api yang keluar dari busi menjadi lebih kecil dan kapasitas mesin terasa nyendat atau brebet.

3. Busi Mudah Mati

Hasil dari pembakaran yang bermasalah juga memiliki akibat terhadap busi. Saat ada oli yang secara terus menerus naik ke busi maka bisa mengakibatkan keadaan busi itu sendiri. Sehingga paling umur busi hanya bertahan satu minggu.

Ciri Oli Masuk Ke Busi

Oli bisa masuk ke busi bisa disebabkan oleh beberapa hal berikut ini :

1. Seal Katup Bocor/Rusak

Oli didalam mesin,tidak hanya melumasi bagian engkol saja,tapi oli mesin juga disimpan di kepala silinder untuk melumasi bagian mekanisme katup.

Pada katup,terdapat sebuah seal dari karet yang berfungsi untuk menghindari oli dari kepala silinder masuk ke dalam manifold,karena manifold itu hubungannya langsung dengan ruang bakar sehingga saat ada kebocoran di seal ini oli masuk ke tempat ruang bakar.

2. Ring Piston Haus

Keadaan selanjutnya yang juga berpotensi membuat oli naik ke ruang bakar yaitu karena kehausan ring piston. Pada sebuah piston setidaknya terdapat tiga buah ring piston yang fungsinya untuk merapatkan gap antara piston dan silinder sehingga tekanan kompresi bisa maksimal dan oli juga tetap aman.

Sehingga diameter piston dibuat lebih kecil dibandingkan diameter dengan celah lebih dari 2 mm. Untuk itu walau bentuknya kecil ring piston punya tugas yang penting.

Saat ring piston terus tergores,maka bisa menyebabkan kehausan. Saat ring piston yang kalah maka jarak pada ring piston akan semakin melebar sehingga tekanan kompresi bisa bocor dan oli bisa masuk ke ruang bakar.

3. Silinder Haus

Selain dari ring piston,dinding silinder juga bisa haus. Hal ini terjadi saat bahan dari ring lebih kuat dari blok mesin. Prosesnya sama,yaitu saat blok mesin haus,diameternya semakin melebar sehingga tekanan kompresi turun dan oli bisa masuk dengan mudah.

4. Gasket bocor/rusak

Pada mesin,gasket memiliki beberapa fungsi. Selain untuk menghindari terjadinya kebocoran kompresi,gasket juga berfungsi menghindari oli keluar dari jalurnya.

Alur oli dari blok ke kepala silinder harus diberi batas seperti gasket supaya saat oli bersirkulasi,oli tersebut tidak mengalir ke bagian ruang bakar,namun ketika gasket rusak maka oli bisa mengalir ke tempat karusakan tersebut dan memasuki ruang bakar. Sehingga potensinya ada pada busi yang berlumuran oli.

Dari beberapa faktor diatas,oli bisa membuat motor menjadi rusak berat. Karena masalah oli yang masuk ke ruang bakar masuk kedalam masalah yang serius pada mesin.

Cara terbaik untuk solusinya yaitu dengan melakukan penggantian bagian yang mengalami kerusakan. Langkah awal yaitu dengan mengetahui mana komponen yang mengalami kerusakan.

Untuk mengetahuinya tentu tidak bisa dilakukan dengan tangan kosong,anda perlu beberapa tools khusus untuk mengetahui kerusakan. Umumnya, saat gejala oli masuk ke ruang bakar tekanan kompresi mesin jadi drop. Untuk memastikannya lakukan pengecekan kompresi.

Jika ada kerusakan pada gasket,biasanya ada rembesan oli pada packing antara blok mesin dengan kepala silinder. Cuma,tetap saja anda perlu melakukan pembongkaran bagian head cylinder untuk mengganti gasket.

Resiko jika tidak segera melakukan penggantian, adalah anda juga yang akan tekor. Umur busi hanya bertahan 1 minggu,sehingga dalam satu bulan busi bisa 4 kali diganti. Jika anda langsung mengganti pangkal masalahnya,meskipun mahal daya tahannya bisa mencapai 5 tahun.

Dari berbagai sumber..